7 Daerah Banyuasin Rawan Puting Beliung dan Hujan Petir

MAKLUMATNEWS.com, BANYUASIN – Tujuh kecamatan di Kabupaten Banyuasin diminta waspada. Pasalnya memasuki musim penghujan, selain bencana banjir juga berpotensi angin kencang dan hujan petir.

Kepala Kesbangpol Banyuasin Indra Hadi mengatakan, berdasarkan peta bencana yang ada di Kesbangpol Banyuasin, ada 7 Kecamatan yang rawan puting beliung dan hujan petir. Diantaranya  Banyuasin I, Banyuasin II, Banyuasin III, Muara Telang, Air Kumbang, Pulau Rimau dan Rantau Bayur.

“Seperti tahun sebelumnya sejumlah desa di kecamatan tersebut rawan terjadi angin puting beling dan hujan petir. Bahkan beberapa kali merenggut korban jiwa‎,” katanya.

Daerah tersebut mayoritas merupakan dataran rendah, perairan dan berbatasan dengan laut. Dia mengimbau kepada warga agar lebih waspada beberapa hari kedepan untuk lebih waspada.”Hindari keluar rumah kecuali ada kepentingan, saat hujan dan angin jangan berada di lapangan terbuka. Karena berpotensi tersambar petir,” jelasnya.

‎Sementara itu Kasi BMKG kelas I Kenten Palembang, Indra Purna ketika dihubungi mengatakan, puting beliung merupakan angin yang berputar dengan kecepatan 60-90 kilometer/jam dan berlangsung 5 hingga 10 menit.

Puting beliung disebabkan adanya perbedaan tekanan yang sangat besar dalam area skala lokal, yang terjadi di bawah atau di sekitar awan Cumulonimbus (awan berwarna hitam pekat). “Ada beberapa gejala datangnya puting beliung, diantaranya, udara panas dan gerah, langit tampak ada pertumbuhan awan Cumulus (awan putih bergerombol berlapis-lapis). Kemudian awan tiba-tiba berubah warna dari putih menjadi hitam pekat (awan Cumulonimbus) dan Ranting pohon dan daun bergoyang cepat karena tertiup angin yang terasa sangat dingin. Jika fenomena ini terjadi, kemungkinan besar hujan disertai angin kencang akan datang,” katanya.

Dia menambahkan, kehadiran puting beliung hingga kini belum dapat diprediksi. Angin puting beliung terjadi secara tiba-tiba (5-10 menit) pada area yang sangat lokal.

“Angin ini lebih sering terjadi pada siang hari dan lebih banyak terjadi di daerah dataran rendah,” jelasnya.

Penulis      : Hana