Astaga, Teror Perkampungan Penduduk, Buaya Muara Diringkus Warga

MAKLUMATNEWS.com, BANYUASIN –  Pemukiman warga di kawasan perumahan Intan Permata jalan Kebun Jeruk Kelurahan Tanah Mas, Banyuasin mendadak mencekam. Pasalnya seekor buaya rawa (Crocodylus porosu) berkeliaran di areal perkampungan meneror warga.

Menurut keterangan Lurah Talang Keramat, Yahya, saat dihubungi, Minggu (12/11/2017), teror buaya tersebut terjadi pada sabtu malam sekira pukul 22.00 wib, pasca hujan deras yang mulai mereda di pemukiman dekat rawa-rawa tersebut.

“Saya dapat telpon dari warga setempat, ada buaya berkeliaran di sekitar rumah warga,” terangnya.

Khawatir mamalia ganas itu menyerang warga, lurah langsung menginformasikan  melalui pesan berantai sms dan media sosial agar warga jangan dahulu keluar rumah dan menutup pintu rapat-rapat. Dia juga minta bantuan pada BKSDA serta pihak kepolisian setempat.

Kemudian sejumlah warga lain mencoba menggiring dan mengamankan buaya sepanjang 1,5 tersebut agar pergi dari perkampungan. “Saya sempat ingatkan warga agar tidak menyakiti buaya itu, karena statusnya termasuk hewan dilindungi,”  katanya.

Kurang lebih lima jam, buaya ganas itu kejar-kejaran dengan warga, hingga akhirnya bisa diringkus dan diikat pakai tali. “Sekira jam 1 malam, baru bisa ditangkap. Alhamdulilah tidak ada korban, baik buaya maupun warga semuanya selamat,” katanya.

Buaya Piaraan yang Lepas

Setelah diperiksa oleh tim dari Badan Konservasi Sumber Daya Alam Palembang,  buaya tersebut diidentifikasi, jenis buaya muara yang terkenal ganas dan mampu tumbuh hingga sepanjang 8 meter.

Namun buaya yang meneror warga tersebut masih anakan. Dari ciri fisiknya pihak BKSDA menilai buaya tersebut bukanlah buaya liar, melainkan peliharaan warga. “Karena fisiknya sangat bersih dan kawasan ini masih 3 KM lagi menuju habitatnya di hutan rawa. Untuk ukuran segini, jelajah darat sejauh itu kecil kemungkinan dilakukan oleh buaya, apalgi harus melewati pemukiman warga,” jelas Kepala Seksi I BKSDA Sumsel, Suharman.

Kemudian pihak BKSDA bersama perangkat kelurahan langsung melakukan penyisiran untuk mencari siapa pemilik buaya tersebut. Ternyata dugaan pihak BKSDA itu benar, buaya muara itu diketahui milik Bayu (43) warga setempat. “Dia mengaku hewan itu miliknya yang lepas karena hujan deras yang membuat air meninggi,” timpal Yahya, Lurah Talang Keramat.

Demi keselamatan warga dan keamanan hewan itu sendiri, Minggu (12/11/2017) pihak BKSDA membawa buaya tersebut ke tempat karantina di Taman Punti Kayu Palembang. “Insyallah Senin besok baru dibuat berita acaranya,” kata lurah.

Dia berharap masyarakat jangan sembarangan memelihara hewan dilindungi, apalagi termasuk hewan buas seperti  buaya muara ini. Di Banyuasin saja hampir setiap enam bulan sekali ada saja warga yang dimangsa buaya muara. “Jadi, jangan sembarangan,” katanya.

Penulis    : Hana