Ruangan Menyusui Tidak Berfungsi, Dimanfaatkan Untuk Tiduran Pengunjung

MAKLUMATNEWS.com, BANYUASIN –  Ruang menyusui sejatinya dibuat untuk menjaga privasi kaum ibu saat memberikan Asi pada bayinya. Namun, apa jadinya bila ruangan itu malah dipenuhi kaum bapak. Sehingga, para bayi menangis, tak dapat jatah Asi.

Seperti yang terjadi di kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Banyuasin, Rabu (22/11/2017) terlihat seorang pria berkumis tidur terlentang dengan mulut menganga di atas karpet motif panda di ruang menyusui tersebut.

Bahkan di pintu masuk ruang privasi ibu menyusui itu juga ditongkrongi para lelaki dewasa. Padahal di dinding depan pintu masuk dan di dalam ruang sudah terpampang jelas tulisan ‘Dilarang Masuk, Kecuali Ibu dan Bayi/anak’.

Tingkah sejumlah pria tersebut membuat resah kaum hawa, terutama yang masih menyapih bayinya.

“Entah heran juga saya, mungkin gak bisa baca kali yah. Ini kan untuk ibu dan bayi, kalau bapak nya mau nyusu juga, mbok ya pulang ke rumah, bukan di sini tempatnya,” ungkap Evi Subekti (27) warga Bom Berlian Banyuasin.

Kasihan yang bawa bayi, kebingungan karena bayinya merengek minta Asi tapi dibatalkan, karena ruang privasi tempat menyusui tidak steril. “Sifat orang kan beda-beda, ada yang malu ngeluarin Asinya di tempat umum, tapi ada juga yang terpaksa dikeluarin juga, karena bayinya merengek terus,” katanya.

Kami sudah laporkan hal ini kepada Sat Pol PP yang jaga, hingga bapak-balak itu diusir, tapi selang beberpa menit masuk bapak yang lain lagi. “Kalau saya cuek saja lah, untung tadi bawa kain gendong,” katanya.

Salah seorang lelaki yang tiduran di ruang Asi tersebut ketika ditanyai beralasan terpaksa tiduran di tempat itu karena kelelahan. Mengantre berjam-jam bikin kartu keluarga dan akte kelahiran anaknya.

“Saya datang dari jauh di perairan, ngantuk benar ngantri lama. Awalnya saya tidak mau masuk ke sini tapi melihat ada yang tiduran, saya ikut. Apalagi tidak ada ibu-ibu yang menggunakan tempat ini. Kalaupun ada yang mau menyusui pastinya saya keluar,” kata Warga Peraian Tanjung Lago yang mengaku bernama Tumino tersebut.

Sementara itu Plt Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Banyuasin Bambang mengatakan, pihaknya sengaja membuat ruangan menyusui untuk membantu ibu-ibu yang datang berurusan ke sini sambil membawa bayi. “Kami sudah mengingatkan bahwa tempat ini khusus ibu dan anak, pengumuan juga sudah ditempel. Kami harap kita semua sadar diri, saling mengingatkan dan menjaga etika, ruang itu bukan tempat umum. Masa harus ditegur Pol PP dulu baru pergi,” katanya.

Dia juga mengingatkan warga agar jangan sungkan menegur, kalau ada orang yang tidak berkepentingan masuk ke ruangan ibu dan anak itu. “Intinya kita saling mengingatkan, bukan malah ikut-ikutan,” katanya.

Penulis   : Hana