Calon Bupati Muaraenim dan Kader Golkar Saling Lapor  

 

MAKLUMATNEWS.com, MUARAENIM — Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPD Partai Golkar Muara Enim, Adriansyah SE, akhirnya melaporkan balik  Calon Bupati (Cabup), H Syamsul Bahri (SB) ke SPKT Polres Muara Enim, Kamis (15/3) sekitar pukul 10.30 WIB. Kader Partai Golkar ini melaporkan Cabup nomor 1 itu dengan tuduhan pencemaran nama baik.

Surat Laporan bernomor STTLP/88/III/2018/Sumsel/Polres Muara Enim diterima Kanit II SPKT Polres Muara Enim, Ipda Azwar. Adapun materi laporan yang disampaikan Adriansyah SE yakni bahwa pada hari Selasa 13 Maret 2018, bahwa pelapor (Adrinsyah SE-red) dilaporkan Cabup SB , kemudian diliput oleh media tentang tindak pidana UU ITE pasal 310 KUHP. Atas kejadian tersebut pelapor tidak  senang dan nama baiknya tercemar dan melaporkan kejadian itu ke Polres Muara Enim.

Informasi yang dikuti MAKLUMATNEWS.com dari DetikSumsel.com, usai menyampaikan laporan, Adriansyah kepada awak media, mengatakan latar belakang dia mengadukan balik Cabup SB, karena SB telah melaporkan dia ke Polres Muara Enim dengan tuduhan melakukan tindak pidana UU ITE dengan tuduhan pencemaran nama baik. Kemudian SB juga telah mempublikasikan laporannya ke media.

Perlu diketahui, lanjutnya,  laporan yang dilakukan SB terkait dari adanya postingan Ketua Panwaslu Muara Enim di media social facebook yang dengan kalimat “Ayo siapa berani melaporkan,”, terkait kasus video bagi bagi uang Ketua MPR RI, Zulkipli Hasan didampingi Cabup H Samsul Bahri kepada ibu ibu pedagang sayur yang tengah berada di dalam mobil angkutan pedesaan, saat melakukan blusukan ke pasar pagi Muara Enim.

Lalu, lanjutnya, dia mengomentari fostingan tersebut. Komentarnya terhadap postingan tersebut, ternyata dianggap Cabup SB telah mencemarkan nama baiknya dan  melaporkannya ke Polres Muara Enim.

“Akibat laporan itu, saya sebagai masyarakat telah dirugikan. Karena laporan SB tidak saja mencemarkan nama baiknya, tetapi telah mengganggu ketengan keluarganya,” jelasnya.

Contahnya, lanjut dia, anaknya sempat shok dan berkata “Papa kan orang baik baik, kok dilaporkan ke Polisi,”.  Tentunya, selaku masyarakat yang taat hukum, maka dia wajib melaporkan  hal hal yang telah merugikan dirinya.

“Dengan adanya laporan ini, saya berharap  SB bisa sadar, karena dia sebagai seorang Cabup , tentu tidaklah elok jika sedikit sedikit melapor ke Polisi,” tegasnya.

Bagaimana, lanjutnya, kalau SB nantinya terpilih menjadi Bupati Muara Enim, setiap masyarakat yang melakukan kritikan kepadanya  tentu akan dilaporkan ke Polisi. Dia mengajak seluruh masyarakat yang sering mengkritik, teruslah memposting kritikannya dan  tidak usah takut akan dilaporkan ke Polisi. Karena  kritikan yang disampaikan merupakan sebagai bentuk tanggungjawab moral untuk menjadikan Pilkada Muara Enim lebih baik lagi.

Adriansyah juga mempermasalahkan laporan Cabup SB ke Polres Muara Enim yang masih berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS). “Tentu muncul pertanyaan besar bagi kita, kalau dia ternyata masih seorang PNS aktif, kenapa bisa lolos sebagai Calon Bupati Muara Enim. Karena sesuai dengan ketentuan UU Pilkada, bagi PNS yang mencalonkan diri wajib mengundurkan diri,” tegasnya.

Menurutnya, SB melaporkannya  ke Polisi, merupakan bentuk kepanikan SB terhadap dugaan money politik  yang terjadi pada tanggal 6 Maret lalu yang sempat pilar dimasyarakat. Untuk menutupi ketakutan tersebut, maka SB melaporkannya ke Polres Muara Enim.

Sebelumnya, Cabup Syamsul Bahri didampingi kuasa hukumnya Riasan Syahri  SH MH, Selasa (13/3) siang  mendatangi Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT)  Polres Muara Enim, melaporkan pemilik akun facebook atas nama Adriansyah SE (Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPD Partai Golkar Muara Enim.

Laporan itu diterima langsung oleh Kepala SPKT Ipda WM Opusunggu, dengan nomor LP : STTLP/B-85/III/2018/Sumsel/Polres Muara Enim. Warga Jln Sepakat Jaya No 1145 RT/RW 015/003 Keluarahan Pipa Kerja, Kecamatan Kemuning Kota Palembang ini, mengadukan perkara UU ITE dan 310 KUHP tentang pencemaran nama baik di beranda akun facebook milik kader Golkar tersebut.

“Kita (Syamsul Bahri) datang Polres Muara Enim melaporkan akun facebook milik Adriansyah sesuai UU ITE dan pasal 310 KUHP tentang pencemaran nama baik secara pribadi maupun sebagai pasangan calon,”ujar kuasa hukum Syamsul Bahri, Riasan SH kepada awak media usai membuat laporan ke SPKT Polres Muara Enim.

Dijelaskannya, pada hari Kamis 8 Maret pukul 18.04 WIB Adriansyah membagi video rekaman bagi-bagi uang di akun facebook miliknya.  Kemudian dihari yang sama sekitar pukul 18.10 WIB terlapor kembali membuat status disertai foto koran. Keesokan harinya, kata Riasan,  ada yang menshare siapa yang berani melaporkan rekaman bagi-bagi uang. Terakhir ada yang membuat mengeshare penerimaan laporan disebutkan tegas pelapor atas nama Adriansyah.

“Intinya peristiwa yang dilaporkan Adriansyah, lokasi, waktu dan tanggal kejadian dan terlapor Syamsul Bahri. Disitu disebutkan bahwa klien saya Syamsul Bahri calon Bupati Muara Enim dan Zulkifli Hasan dewan pembina partai PAN mengusung Syamsul Bahri, sehingga dengan menyebut nama dan opini publik bahwa pak Syamsul yang bagi bagi uang. Dari video itu faktanya cuma sebagai peserta undangan acara safari kebangsaan, sehingga secara pribadi maupun sebagai paslon merasa dirugikan,” jelasnya.

EDITOR    : MIMBAR ABDILAH