kejujuran dan kebenaran

PNS Ditangkap Narkoba, Sebut 8 PNS Temannya Hingga Ikut Tertangkap Polisi

MAKLUMATNEWS.com, PRABUMULIH — Oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah kota (Pemkot) Prabumulih yang terlibat narkoba, diseret Badan Narkotika Nasional (BNN) satu per satu.

Berawal saat BNN, pada Selasa (10/4/2018), sekitar pukul 12.00 WIB berhasil meringkus JRP (37), oknum PNS yang kini menjadi Staf di Dinas Sosial (Dinsos) Prabumulih. JRP ditangkap di Jalan Rama, Kelurahan Wonosari, Kecamatan Prabumulih Utara saat dalam perjalanan pulang ke rumahnya.

Warga Kelurahan Anak Petai, Kecamatan Prabumulih Utara ini ketika diringkus, petugas BNN berhasil diamankan 0,49 gram diduga narkoba jenis sabu di dalam kotak rokok di salah satu saku korban. Dengan barang bukti tersebut, akhirnya Mantan anggaota Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) ini digiring ke Kantor BNN Prabumulih.

Tak mau terjerat sendiri, Saat diintrogasi JRP pun akhirnya bernyanyi dengan menyebutkan nama 8 oknum PNS lainya yang diduga terlibat dalam penyalahgunaan narkoba. Dari 8 PNS yang disebutkan JRP, 3 diantaranya memenuhi panggilan BNN. Setelah dites urine oleh petugas dinyatakan positif.

Kepala BNN Prabumulih, Ibnu Mundzakir, S.Sos, MM mengatakan, kalau penangkapan Joko berawal dari informasi dan laporan masyarakat yang masuk kepada pihaknya sekitar dua minggu lalu.

“Kita langsung tindaklanjuti laporan tersebut, kita langsung melakukan penyelidikan. Ternyata informasi itu akurat, ternyata tersangka sudah beberapa kali transaksi sabu. Hingga, akhirnya tadi siang, setelah A1 (akurat). Akhirnya, JRP kita ringkus. Dari tangannya, ditemukan bungkusan rokok dan didalamnya menyimpan sabu seberat 0,49 gram,” terang Mantan Kepala BNN Lubuk Linggau ini dihadapan awak media ketika menggelar Pers Release, Selasa (10/4/2018).

Untuk memastikan tersangka bandar atau pengguna narkoba, BNN pun melakukan tes urien. Dan, didapati tes urinenya juga positif. Diduga JRP belum lama menggunakan narkoba.

“Selain indikasi menggunakan sabu, diduga tersangka mengkonsumsi narkoba jenis ganja. Tetapi, hasil urine kabur. Dan, ia kita intrograsi juga enggan mengakuinya,” bebernya.

Lanjutnya, pihaknya juga terus mengembangkan keterlibatan oknum PNS lainnya yang diduga ikut dalam penyalahgunaan narkoba. Nama –nama itu muncul dari pengakuan atau nyanyian tersangka. Tidak sia-sia, BNN pun telah mengantongi 8 nama PNS yang terlibat narkoba dari nyanyian JRP.

“8 orang oknum PNS tersebut dari berbagai Satuan Kerja (Satker) yang ada di Pemkot Prabumulih. Ada di Dinsos, ada Disdukcapil, Bagian Umum, Kelurahan, Dishub, dan Sat Pol PP. 8 PNS tersebut ada yang pemain lama dan pemain baru,” jelasnya kalau saat ini baru tiga orang yang memenuhi panggilan BNN.

Tetapi, ia enggan menyebutkan hasil tes urine 3 oknum PNS tersebut yang positif atau negatif. Tetapi, informasi dari orang dalam, media GLOBAL PLANET.news, mendapatkan satu diantaranya negatif.

“Kalau mau direhabilitasi, ke-8 PNS tersebut sebagai pencegahan dan antisipasi lebih jauh akan kita rehab. Baik itu, rehab rawat jalan ataupun rawat inap. Bergantung hasil assement dari petugas nantinya. Kalau rehab rawat jalan bisa dilakukan di kantor. Tetapi, kalau rawat ini bisa dikirim ke Kalianda (Lampung) atau Lido (Bogor),” terangnya.

Ibnu menjelaskan, hasil tes urine yang positif. Kalau tersangka, hanya sebatas pemakai dan telah mengkonsumsi narkoba selama 3 tahun. Dijelaskannya, barang bukti sabu itu sendiri dibeli dari bandar narkoba warga sipil.

“Akibat ulahnya, JRP diancam UU No 35/2009 Pasal 112 subsider Pasal 127 dengan ancaman penjara paling sedikit 4 tahun dan paling lama 6 tahun,” tukasnya.

Sementara itu, JRP sendiri ketika dibincangi awak media, ia mengakui telah cukup lama mengkonsumsi narkoba sekitar tiga tahun.

“Lah kamo aku make narkoba, kalau dak salah tigo tahunan, narkoba di dalam rokok bukan punyo aku,”. ujarnya.

PENULIS      : PUTRI

EDITOR   : MIMBAR AS