Kejujuran dan Kebenaran

Murka Buffon Kepada Wasit Michael Oliver

MAKLUMATNEWS.com, MADRID — Kiper Juventus, Gianluigi Buffon mengeluarkan kata-kata pedas kepada wasit Michael Oliver. Pengadil asal Inggris itu mengeluarkan keputusan kontroversi saat memimpin leg kedua perempatfinal Liga Champions antara Real Madrid kontra Juve.

Duel di markas Madrid, Stadion Santiago Bernabeu, Kamis (12/4) dini hari WIB, berakhir 1-3 untuk keunggulan si Nyonya Tua. Satu-satunya gol tuan rumah diperoleh melalui penalti Cristiano Ronaldo pada menit terakhir waktu normal. Juve unggul terlebih dahulu melalui sepasang gol Mario Mandzukic, dan satu sontekan Blaise Matuidi.

Oliver menunjuk titik putih, karena bek Juve, Mehdi Benatia dianggap melanggar Lucas Vazquez. Dalam tayangan ulang, kaki Benatia terlihat menyentuh bola. Para penggawa tamu langsung melakukan protes keras, termasuk Buffon. Sang kapten lantas mendapat kartu merah.

Meski menang, Juve gagal ke semifinal. El Real unggul agregat 4-3, karena mengantongi bekal kemenangan 3-0 pada leg pertama. Atas semua insiden, portiere 40 tahun itu melontarkan kritik terhadap pengadil asal Inggris tersebut.

“Jelas anda tidak memiliki hati di dalam dada anda, tetapi di tempat sampah. Jika anda tidak memiliki karakter untuk memimpin laga seperti ini, di stadion ini, anda seharusnya duduk di tribun bersama istri dan anak-anak anda, minum sprite dan makan kripik,” ujar Buffon kepada Mediaset Premium, mengutip dari Football Italia, yang dikutip dari Republika.co.id, Kamis (12/4).

Kiper 40 tahun ini meminta semua wasit memahami setiap dampak dari keputusan mereka. Pada intinya, menurut dia, jika ada pengadil yang tak bisa mengolah tekanan sebuah laga besar, sebaiknya tak perlu bertugas.

“Kamu bisa merusak impian sebuah tim. Sebuah kehormatan bagi saya menghadapi Real Madrid, tapi setidaknya, kami bisa memasuki babak tambahan waktu,” ujarnya.

Buffon berterimakasih kepada rekan-rekannya yang telah berjuang keras. Kekalahan 0-3 pada leg pertama tak membuat Juve patah arang.

“Saya bangga berada di antara para lelaki ini,” tuturnya.

EDITOR    : MIMBAR AS