Kejujuran dan Kebenaran

Zohud Wakili 5 Atlet Palestina di Asian Para Games 2018

 — Kehadiran Mahmoud Zohud di Asian Para Games 2018 mengundang perhatian besar. Dia menjadi satu-satunya atlet Palestina yang berjuang di pesta olahraga disabilitas terbesar di Asia itu.

Mahmoud turun di cabang atletik, tepatnya nomor tolak peluru. Sosoknya sudah menjadi sorotan saat upacara pembukaan Asian Para Games 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (6/10/2018). Palestina menjadi kontingen terkecil karena hanya diwakili olehnya.

Menjadi wakil negaranya di ajang besar itu tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi dirinya. Namun, atlet yang mengalami kelumpuhan di bagian bawah tubuhnya sejak berusia 14 tahun tersebut juga tak bisa menyembuyikan kesedihannya.

“Sejujurnya, saya merasa sedih karena menjadi satu-satunya atlet asal Palestina yang berlaga pada Asian Para Games 2018. Kami memiliki tim yang besar. Kami juga punya atlet profesional. Sayangnya mereka tidak bisa keluar dari Palestina karena konflik di Gaza. Mereka tidak diizinkan keluar dari Kota Gaza,” kata Mahmoud, pada sesi wawancara dengan wartawan di Stadion Madya, GBK, Jakarta, Rabu (10/10/2018).

Dilansir dari Bola.com, Mahmoud bisa berangkat ke Jakarta untuk mengikuti Asian Para Games 2018 karena kebetulan sedang berada di luar Gaza. Dia sedang berlibur bersama istrinya di Uni Emirat Arab.

Sebenarnya, Mahmoud sudah berencana kembali ke Gaza. Namun, tiba-tiba situsasi di sana memanas. Alhasil, dia memilih menunggu di Dubai (UEA).

“Sayangnya peralatan saya tertinggal di Palestina. Begitu juga pelatih saya ada di Palestina. Saya akhirnya berangkat ke Jakarta bersama istri saya,” kata dia.

“Saya memanfaatkan kesempatan itu untuk berangkat dan mengikuti Asian Para Games 2018 di Jakarta,” imbuh dia.

Menurut Mahmoud, seharusnya ada enam pemain Palestina yang ambil bagian di Asian Para Games 2018. Namun, hanya dia yang akhirnya bisa datang.

“Ada atlet sepeda yang sangat menyukai bersepeda. Dia telah bersepeda sejak sebelum kehilangan kakinya. Namun, dia tidak berhenti bersepeda. Dia hanya berhenti selama tiga bulan untuk penyembuhan, lalu dia melanjutkan bersepeda dengan satu kaki. Sejujurnya, saya berharap dia berada di sini. Nama teman saya Alaa Al-Dali. Dia mendapat insiden tertembak pada kakinya,” ujar Mahmoud.

Mahmoud berharap cukup kali ini dirinya berjuang sendiran di Asian Para Games. Dia berharap pada perhelatan selanjutnya Palestina bisa tampil dengan skuat penuh.

“Saya berharap rekan-rekan termotivasi dan tidak merasa kecewa gagal bertanding di Asian Para Games 2018,” kata Mahmoud Zohud.