Kejujuran dan Kebenaran

Bagaimana Menanamkan Sikap Ikhlas dengan Mengusir Rasa Malas

Oleh : Rifka Suci Damayanti Elma
Mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP UIN RF

 

MAKLUMATNEWS.com, — Kata ikhlas bukan hal asing di pendengaran kita selama ini. Kata ikhlas dapat dengan mudah untuk diucapkan oleh lisan tetapi realitanya pada perilaku sehari-hari bukan perkara yang mudah dilakukan, perlu adanya keyakinan yang kuat dalam diri untuk menanamkan sikap ikhlas tersebut. Begitu juga dengan rasa malas yang merupakan sikap alami yang pasti ada dalam setiap orang, rasa malas ibarat racun yang melekat pada diri. Kita harus pandai dalam mengendalikan rasa malas jangan sampai rasa malas yang menguasai kita sehingga membuat apa saja yang ingin kita kerjakan itu terasa begitu berat untuk dilakukan, dan yang terjadi akibat rasa malas banyak waktu yang terbuang sia-sia.

Dr. Aidh Al-Qarni dalam bukunya menyampaikan, “Jangan sia-siakan waktumu dengan kekosongan, karena hal itu akan mendatangkan penderitaan, kesempitan hati, keraguan hati, kesuraman jiwa yang tidak akan hilang kecuali hanya dengan menyibukkan diri dengan hal yang bermanfaat dan positif. ”

Menumbuhkan sikap ikhlas yang sederhana dengan tidak mengeluh dan meratapi apa yang terjadi. Misalnya, ketika hasil yang kita terima tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan, harus menerimanya dengan besar hati. Menerima dengan lapang hati berbagai kritik yang tertuju pada kita untuk lebih mendewasakan kita. Ikhlas sering dianggap sebagai hal sepele namun ternyata tidak mudah untuk melakukannya. Sebab, seseorang harus menerima apapun yang didapatkannya dengan bersikap ikhlas. Kecewa dan mengeluh harus disingkirkan sejauh mungkin.

Oleh karena itu, perbaiki niat yang ada pada diri kita, jika ingin mendapatkan hal yang baik untuk cita-cita masa depan jangan memelihara sikap malas. Jangan menanamkan sikap santai dan menunda-nunda suatu perkerjaan, jangan hanya karena rasa malas impian kita hanya sekedar angan saja, masa muda itu harusnya diisi dengan hal positif, memberikan nilai guna bagi sesama bukan dengan bermalas-malasan.

Kita harus sadar akan hal itu dan memberikan keyakinan pada diri kita bahwa rasa malas hanya akan mendatangkan kesusahan, dan kita akan menjadi orang yang rugi dengan memelihara rasa malas. Oleh sebab itu, mari kita lantang suara untuk mengusir rasa malas dalam diri dengan menumbuhkan ikhlas dalam setiap keadaan dan jangan lupa untuk selalu kita syukuri.#