Kejujuran dan Kebenaran

Danau Gegas Berpotensi Pengembangan Ikan Jaring Apung dan Sekat

MAKLUMATNEWS.com,MUARABELITI — Danau gegas yang terletak di Kecamatan Sukakarya berpotensi untuk pengembangan ikan menggunakan jaring apun dan sekat.

Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Musi Rawas (Mura), Rabu (5/12) bersama dengan Balai Riset Perikanan Perairan Umum dan Penyuluhan Perikanan Palembang melakukan kajian akademik untuk melihat potensi yang ada.

‎Usai memimpin kajian FGD, Kepala Diskan Mura Bambang Hariadi mengatakan, pelaksanaan kajian tersebut dalam rangka penelitian pengembangan potensi perikanan di Danau Gegas. Dimana tujuannya untuk mengoptimalkan fungsi perikanan di Danau Gegas, melalui tiga pilar pendekatan.

‎”Yaitu budidaya ikan yang sesuai, baik tipe budidaya, jenis ikannya dan jumlah ikan yang akan dibudidayakan. Kemudian kedua, penebaran ikan yang sesuai meliputi jenis ikan dan jumlah ikan yang ditebar, serta pengelolaan perikanan tangkap berbasis ekosistem perairan yaitu Suakap perikanan,” kata Bambang, Rabu (5/12/2018).

‎‎Dikatakannya, dari hasil kajian sementara ini, potensi ikan yang akan dilakukan dengan melihat daya dukung perairan, yakni budidaya ikan kerambak jaring apung di berkapasitas produksi 20 ton pertahunnya, untuk jaring sekat produksi 40 ton pertahun dan daya dukung ikan tebar paling tidak sebanyak 119.000 bekor.

‎”Hanya saja semuanya itu perlu adanya penetapan, zona swaka perikanan. Dimana untuk pembagian arealnya jelas, baik untuk areal perikanannya dan untuk jalur wisata. Hal tersebut sudah dikoordinasikan dengan Disbudpar Mura,” ucapnya.

‎Sedangkan untuk penerapan realisasi dari wacana tersebut lanjut ia, belum dipastikan. Karena akan dilakjukan kajian lanjutan lebih mendalam. Namun yang pastinya, dalam palaksanaannya akan disesuai dengan potensi di Danau Gegas. Sedangkan untuk jenis ikan yang berpotensi di Danau Gegas, yakni setidaknya ada 27 jenis ikan yang direkomandasikan.
‎”Namun dari kesemuanya itu, yang lebih ditekankan, untuk penebaran pemakan plangtom jeni Ikan Nilem dan Tawes, kalau jaring pagar itu jenis Gurami, dan kolam kerambak apung jenis Patin dan Nila. Tapi terlepas dari itu, selama ini sudah melakukan penebaran ikan, sebanyak 220.000 ekor ikan jenis Jelawat dari Kementrian Kelautan dan Perikanan,” tutupnya.

‎Sementara itu, Prof Dr Agus Joko Utomo dari Balai Riset Perikanan Perairan Umum dan Penyuluhan Perikanan Palembang menyampaikan, dari hasil penelitian yang dilakukan selama ini, dimana untuk di Danau Gegas memiliki kadar air yang sedikit asam sehingga cocok untuk pengembangan ikan jenis Ikan Mas, Patin dan Nila.

‎Disamping itu, jenis ikan tersebut yang petumbuhannya tergolong cepat. Namun tetap perairannya harus memiliki daya dukung yang cukup. Sedangkan untuk Danau Gegas dimana pintu air yang tidak bisa dibuka, sehingga dibagian bawah sungai banyak kotoran yang mengandap.

‎”Untuk itu, dengan kendala tersebut, akan lebih baik untuk pengembangan ikan dengan daya kapasitas 20 Ton untuk keramba atau jaring apung dalam satu tahun. Namun jika pintu air tersebut dapat dibuka tutup, maka dapat dikembangkan dengan produski hingga dua kali lipatnya,” tutupnya.

PENULIS : WAN ASRI