Menjelang Tahun Politik, Mahasiswa di Harapkan Berfikir Kritis

Oleh : Evisha Yanti

Jurusan Ilmu Komunikasi
FISIP UIN RADEN FATAH PALEMBANG


Menjelang tahun politik ini, masyarakat banyak disuguhkan dengan momentum besar, seperti Asean Games beberapa waktu lalu, dan tentu tidak kalah pentingnya yaitu momentum pesta demokrasi pelaksanaan pilkada serentak di 171 daerah, mencakup 17 provinsi, 39 kota dan 115 kabupaten seluruh Indonesia serta prosesi persiapan menuju pemilihan umum legislatif dan pemilihan presiden tahun 2019.

Generasi muda merupakan partisipan penggerak awal demokrasi. Sikap pasif kaum muda akan menjadi suatu proses pelemahan demokrasi, karena kaum muda merupakan individu yang sangat kritis dalam menganalisis regulasi dan peka akan pemimpin yang tepat untuk kemajuan negaranya.

Namun sangat disayangkan , fenomena yang muncul pada saat ini adalah minat akan tema politik di antara anak-anak muda tampak tidak terlalu disukai. Dalam sebuah survei yang dilakukan oleh Lembaga Survei Indonesia (LSI) pada tahun 2012, didapati bahwa 79% anak muda di Indonesia tidak tertarik berpolitik.

Generasi berfikir kritis terhadap politik menjadi sebutan tersendiri bagi anak muda. Hal ini dikarenakan, politik yang masih dianggap tabu oleh anak muda. Hanya segelintir anak muda yang mau ikut memahami tentang politik Indonesia yang unik.

Lalu, mengapa generasi muda Indonesia harus berfikir kritis? Jawabnya, karena kebijakan yang dihasilkan para elite politik akan berdampak terhadap hampir seluruh aspek kehidupan warga, tak terkecuali anak muda. Generasi muda merupakan generasi penerus bangsa. Meneruskan jalannya politik di negara, mengatur dan membuat kebijakan yang lebih baik.  Pemuda adalah harapan untuk memperbaiki politik di masa depan.

Oleh karena itu, di tahun politik dewasa ini, mahasiswa sebaiknya bersifat kritis terhadap politik memilah terlebih dahulu berbagai informasi yang ada. Termasuk informasi yang beredar di media sosial. Informasi yang didapatkan setiap menit maupun detik sebaiknya terlebih dahulu melalui berbagai kajian yang mendalam untuk menarik sebuah kesimpulan.

 

Kontribusi mahasiswa di tahun politik saat ini hendaknya mengambil tindakan yang betul-betul melalui pengkajian mendalam terlebih dahulu untuk menarik suatu kesimpulan. mahasiswa bisa mengambil peran dalam Pilkada untuk mensistemasi dan mengorganisir para pemilih untuk menjadi cerdas, dan memberikan pengetahuan berupa pemahaman politik secara kritis agar memilih calon pemimpin berdasarkan kinerja dan kreadibilitasnya selama ini.