Tawaran Solusi Kemacetan untuk Kota Palembang

Oleh : Hendi syaputra

Jurusan Ilmu Komunikasi
FISIP UIN RADEN FATAH PALEMBANG


Kemacetan lalu lintas menjadi masalah yang lumrah ditemukan di kota-kota besar di indonesia, pun terjadi di palembang. Berbagai strategi diterapkan untuk mengurangi kepadatan jalan raya, termasuk dengan bantuan dari kemajuan teknologi. Electronic Road Pricing (ERP), ini harapaan mampu menurunkan volume keramaian lalu lintas kota menuju kota palembang sebanyak 25 persen. Teknologi ERP menerapkan skema pembayaran secara elektronik bagi pemilik kendaraan pribadi. jalan berbayar atau electronic road pricing (ERP) pun telah ada di adopsikan dengan adanaya tol palindra (palembang – indralaya)  untuk menuju kota palembang dari indralaya begitu juga sebaliknya, namun  banyak kendaraan pribadi yang tidak tertarik untuk melintas di tol karena bayar padahal  Selain “membasmi” kepadatan jalan, penerapan biaya pada sistem tersebut turut meningkatkan pendapatan harian jalan tol. Keuntungan itu kemudian menjadi dana berputar yang dipakai untuk memperbaiki fasilitas jalan dan pembayaran agar terus berjalan

di kota Palembang sendiri juga ada Sebanyak 15 persimpangan Traffic Control System (ATCS) bantuan Kementerian Perhubungan (Kemenhub), kini diawasi langsung oleh kamera Closed Circuit Television (CCTV) milik Dinas Perhubungan Kamera dan sensor ditempatkan pada jalan-jalan raya untuk menghitung jumlah kendaraan serta mengatur lampu lalu lintas melalui data center terpusat. Saat terjadi kemacetan, lampu hijau akan menyala lebih lama agar kendaraan tidak berhenti dan menumpuk. Sebaliknya, waktu nyala lampu hijau segera kembali normal bila jalanan kosong yang di harapakan bisa mengatasi kemacetan di kota palembang. karena pertumbuhan ekonomi semakin pesat namun tidak diiringi dengan penataan sistem transportasi yang bagus.

Ibu kota sumatera selatan  ini juga harus memperbaiki fasilitas angkutan umum. Trans musinya agar lebih nyaman dan aman  untuk para penumpang dan meningkatkan keinginan masyarakat naik angkutan umum,  dan  di harapakan angkutan umum tersebut mampu mengurangi penggunaan mobil pribadi secara signifikan. Yang dimana para warga banyak memilih naik kendaraan pribadi karena merasa lebih nyaman dan praktis, Lewati macet Kota palembang, kemacetan telah lama pula menjadi problema warga, terutama palembang.

Dari segi kebijakan, pemerintah telah mencoba berbagai cara agar warganya tak tua di jalan. Salah  wacana satu solusi yang sekarang diterapkan adalah penerapan peraturan pelat nomor kendaraan dengan angka terakhir ganjil atau genap sesuai penanggalan ganjil atau genap kalender untuk mobil pribadi peraturan tersebut dinilai  juga  bisa membawa sejumlah dampak positif pada lalu lintas di palembang. Berkurangnya waktu tempuh bus Transmusi. Waktu tempuh perjalanan trans musi pada zona  ganjil-genap, Fasilitas angkutan umum untuk masyarakat pun itu bertambah, pemerintah juga mendukung berkembangnya peran teknologi untuk membantu masyarakat melewati padatnya palembang.

Beberapa tahun belakang, kehadiran jasa ojek motor online berbasis aplikasi terbilang cukup memudahkan masyarakat mengakses kendaraan umum serta menghindari kemacetan lalu lintas. Gojek oline memang belum memiliki peraturan yang mengatakan bahwa ojek sebagai salah satu moda transportasi massal. Tetapi, ojek adalah solusi bagus untuk menghadapi kemacetan, motor memiliki ukuran yang relatif minimalis dan mampu melewati jalan sempit atau jalan tikus. Hal itu menjadi nilai lebih untuk mempersingkat waktu ketika melewati jalanan di waktu-waktu padat. Penumpang juga dimudahkan karena ojek bisa dipesan langsung melalui aplikasi pada ponsel, yaitu dengan memasukkan lokasi penjemputan dan tujuan. Selain mempersingkat waktu perjalanan, layanan ojek daring  dan  pemerintah kota palembang  sangat mengapresiasi sebagai upaya pengetasan kemacetan dan pengurangan pengangguran.

 

Dan Kedepan LRT  bisa  dimanfaatkan sebagau salah satu transportasi umum, yang bisa mengurai kemacetan. Artinya LRT harus benar-benar menjadi solusi dan sekali lagi di minati oleh masyarakat. Untuk itu kenyamanan dan keamanan, karena LRT memenang berada di pusat kota dan berada di zona rawan kemacetan, kenyaman pengguna harus di perhatikan untuk pengikat awal agar para warga naik lrt sdh sangat baik tinggal bagaimana komunikasi yang efektif di lakukan pemerintah agar konsisten mengunakan lrt sebagai kendaraan umun dalam kegiatan sehari- hari. Sebenarnya masih banyak program-program dari pemerintah untuk solusi kemacetan dan penataan arus lalu lintas serta sarana penujangnya, yang menarik untuk di bahas namun kesadaaran diri untuk membangun kota palembang tercintalah  yang harus di tanamkan, LRT merupakan aksi nyata untuk meminimalkan kemacetan di Palembang. Selain itu  infrastruktur  jembatan dan jalan juga di kebut pemerintah sebagai upaya agar kota palembang tidak di kepung macet.