Ma’ruf Amin : Jokowi Bukan PKI dan Tidak Anti Islam

MAKLUMATNEWS.com, PALEMBANG — Calon wakil presiden (Cawapres) nomor urut 01, Ma’ruf Amin meminta kepada masyarakat untuk tidak percaya bahwa Jokowi anti Islam dan PKI karena itu adalah hoaks. Ini disampaikan Ma’ruf Amin saat melakukan kampanye di Palembang, Kamis (10/1).

“Itu semua hoaks mari kita berikan pendidikan politik kepada masyarakat, jangan percaya dengan adanya isu-isu yang tidak benar,” tegasnya.

Dijelaskannya, isu yang menyebutkan Jokowi adalah seorang PKI itu sejak lama dan terus dihembuskan. Yang anehnya, lanjutnya, pembuat isu tersebut telah tobat tapi yang terus menebarnya belum juga taubat.

“Satu lagi Jokowi anti Islam, kenapa ngajak saya sebagai Kiyai menjadi wakilnya, padahal bisa saja mengajak politisi, TNI, Polri dan lainnya. Yang menetapkan hari santri nasional sendiri Pak Jokowi. Artinya yang mempercayai hal itu namanya oon. Kalau masih percaya dengan isu Jokowi seorang PKI yang aslinya dia ketika zaman itu masih Balita, dan bilang Jokowi anti Islam padahal Jokowi yang memilih saya seorang Kiyai dan menetapkan hari pesantren nasional namanya buyan,” tegas Ma’ruf Amin.

Ma’ruf Amin pun yakin Jokowi dan dirinya dapat memenangkan pemilihan presiden (pilpres) di Sumsel.

“Pasti menang. Kenapa harus menang, karena pasangan kami didukung 10 partai koalisi, didukung oleh puluhan ribu relawan seluruh Indonesia. Sumsel juga ribuan. Kita punya modal yakni kerja Pak Jokowi yang telah menghasilkan untuk masyarakat seluruh Indonesia dan itu dirasakan semunya. Pembangunan yang dilakukan seperti membangun tol, air port, pelabuhan, dan jalur kereta api. Fasilitas pendidikan dengan membuat kartu Indonesia pintar (KIP) dan kartu Indonesia sehat (KIS) kemudian kartu Indonesia harapan (KIH),” beber dia.

Untuk itu, dirinya mengimbau kepada para relawan dan parpol pendukung untuk berjuang dan bekerja keras agar meraih kemenangan.

“Sumsel harus menang, melalui kantor TKD Sumsel ini bisa berkerjasama, dengan ini saya nyatakan jika kantot TKD Sumsel resmi dibuka,” tutupnya.

PENULIS : JON MORINO