Kuto Menjadi Magnit Makan Duren di Palembang

 

MAKLUMATNEWS.com – Entah bagaimana dan kapan persisnya, tiba-tiba saja Kawasan Pasar Kuto, Palembang menjadi terkenal sebagai tempat yang nyaman dan aman untuk menyantap buah durian. Memang dalam dua bulan terakhir ini, kota pempek ini dibanjiri buah durian yang datang dari berbagai daerah. Pedagang durian tumbuh di berbagai lokasi baik di kawasan pasar yang ada, pinggir-pinggir jalan protokol hingga di kawasan permukiman penduduk, namun Kawasan Kuto yang berada di belahan Timur Palembang ini, menjadi magnet bagi warga, apalagi orang pendatang untuk makan duren—sebutan top bagi wong Palembang untuk buah durian.

                Kawasan Kuto memang padat lalu lintas kenderaan, jalannya sempit dan sering terjadi kemacetan baaik dari arah dan ke Pelabuhan Boom Baru Palembang. Lokasi dagang duren tersebut berada di pinggiran atau trotoar pertokoan di sisi kawan Pasar Kuto. Deretan pedagang duren yang menyediakan meja dan tempat duduk layaknya seperti restoran, menjajakan tumpukan duren yang menggunung di sisi jalan. Nyaris sepanjang hari hingga larut malam sekitar pukul 23.00 Wib, pedagang tiada henti membuka lapak durennya untuk melayani pembeli yang doyan buah tahunan ini.

                Berdasarkan pemantauan MAKLUMATNEWS.com, duren yang didagangkan di Kuto ini memang bervariasi. Ada yang datang dari luar Palembang seperti dari Sekayu, Muaraenim, Lahat, Banyuasin dan Ogan Komering Ilir, tetapi ada juga dari Lampung, Jambi dan Bengkulu. “Kalau duren kami dari Ujanmas, Muaraenim,” ujar pedagang yang bernama Karim.

                Pedagang yang sudah berjualan lima tahun ini, mengungkapkan duren di Kuto ini menjamin kepuasan pembeli, sebab, kata Karim, sebelum dimakan, pembeli bisa menyicipi duren terlebih dahulu. “Kalau dirasa kurang enak, maka akan dipilihkan yang lebih baik dan tidak mentah,” ujar Karim yang memperkerjakan tiga anak buahnya ini.

                Sekitar 13 pedagang yang menjajakan duren di Kawasan Kuto ini. Umumnya mereka orang-orang lama dan hampir setiap musim duren, mereka mendapat jatah khusus dari para pengumpuk duren dari berbagai daerah.

                Sebenarnya harga duren ini tidak jauh beda dengan pedagang di tempat-tempa lainnya di kota Palembang. “Hanya saja, di Kuto ini, agaknya lebih terjamin,” ujar seorang pembeli yang baru tiba dari kota Pontianak, Kalimantan Barat ini.

                Duren yang paking besar dan dikenal sebagai duren tembaga yang warnanya speerti kuning tembaga, pulen, dihargai antara Rp 70 ribu hingga 80 ribu per buah, yang lebih kecil lagi ada yang Rp 40 ribu, bahkan ada yang lima buah seharga Rp 50 ribu alias borongan. Kebanyak para pembeli duren di Kuto ini langsung makan di tempat, sebab sudah disedikan kursi dan meja seperti di rumah makan. Di malam hari, penerangan lampu yang menjadi daya tarik tersendiri bagi kawasan Kuto yang sudah menjadi magnit makan duren di kota Palembang ini.

Oleh sebab itu, banyak pendatang dan anggota keluarga dari luar kota Palembang yang hendak makan duren biasanya mengarahkannya ke Kawasan Kuto ini. Kuto bisa jadi alternatif wisata kuliner di ibkota Provinsi Sumatera Selatan ini. [*]

 Reporter/Editor : Aspani Yasland