Di OKI, Satu Warga Meninggal Dunia Karena DBD

MAKLUMATNEWS.com, KAYUAGUNG — Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ogan Komering Ilir (OKI), Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) dalam menekan angka penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Bumi Bende Seguguk, masih belum berhasil. Berdasarkan data yang ada di RSUD Kayuagung, jumlah penderita penyakit DBD pada Desember 2018 lalu sebanyak 12 orang terjangkit penyakit mematikan ini.

Saat ini hingga tanggal 23 Januari 2019, jumlah penderita penyakit DBD di OKI sebanyak 21 orang dan meninggal satu orang atas nama Hanta Yudha (3), warga Kecamatan Tulung Selapan.

Direktur RSUD Kayuagung, dr H Fikram melalui Kabag TU, Iskandar Fuad, SSos saat dibincangi Sumselupdate.com, Kamis (24/1.2019), mengatakan, para penderita DBD ini usia merata ada yang anak-anak dan ada usia remaja.

Terpisah, Rokiyah, warga Kelurahan Paku, Kecamatan Kayuagung yang anaknya bernama Tri Oktariliya mengatakan, gejala DBD yang diderita anaknya, berawal dari panas yang cukup tinggi.

“Pulang sekolah karena panas dan begitu tiba di rumah langsung muntah-muntah. Anak kami tubuh lemas sehingga langsung dilarikan ke RSUD Kayuagung,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan OKI, HM Lubis, SKM, Mkes melalui Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Linda Asmarini, SKM mengatakan, sebelumnya pihaknya telah melakukan antisipasi dan memberikan imbauan kepada stake holder yang ada.

“31 Puskesmas yang ada di OKI sudah kita berikan imbauan untuk kasus DBD ini. Dan memang ternyata ada peningkatkan jumlah dari sebelumnya,” katanya.

Linda Asmarini menambahkan, pihaknya juga sebelumnya telah melakukan upaya dengan cepat begitu ada gejala penyakit tersebut.

Soal korban DBD yang meninggal pihaknya telah mendapatkan kronologis kejadiannya. Di mana yang korban ini telah mengalami demam selama tiga hari dan yang bersangkutan tidak langsung ke puskesmas terdekat, namun melalui pengobatan alternatif.

“Nah, penyakit DBD ini ada fase selama tiga hari yang harus dilewati. Dan setelah itu masa kritis bisa dilalui. Tapi karena korban sendiri datang ke rumah sakit setelah panas tinggi selama tiga hari,” paparnya.
Maka dari itu, dia mengimbau masyarakat bila ada gejala panas yang tidak turun segera bawa ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan pelayanan cepat.

PENULIS : ROSYADA