Di PALI, Ada Oknum Kepsek Pakai Dana BSM Untuk Keperluan Pribadi

MAKLUMATNEWS.com, PALI – Proses Penyaluran Bantuan Siswa Miskin (BSM) yang dikucurkan pemerintah pusat untuk memajukan dunia pendidikan diduga tidak berjalan semulus yang diharapkan, sebab wali murid dari SDN 14 di Desa Purun Kecamatan Penukal Kabupaten PALI mengaku selama 2018, dana yang seharusnya telah diterima sampai saat ini belum kunjung diberikan.

“Ada 29 wali murid yang anaknya berhak menerima dana BSM, tetapi sampai saat ini belum juga sampai,” ungkap Enggi, sebagai pihak yang dikuasakan 29 wali murid untuk mengusut kasus tersebut.

Diakuinya bahwa setelah ditelusuri wali murid, rupanya dana tersebut telah diambil pihak sekolah melalui kepala sekolah. “Masalah ini telah kami laporkan ke Polres Muaraenim, sebab kami curiga selain dana BSM, dana lainnya juga terindikasi diselewengkan,” tandasnya.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten PALI Haris Munandar mengaku telah memanggil kepala sekolah yang bersangkutan.

“Dari jawaban dia (Kepsek SDN 14 Penukal), memang dana tersebut telah diambil dan terpakai untuk keperluan pribadi, salah satunya untuk berobat. Namun, apapun alasannya, perbuatan itu adalah salah dan kami sarankan agar dana yang telah dipakai segara dikembalikan kepada yang berhak,” terang Haris, Rabu (6/2/2019).

Dikatakan Haris, pengakuan kepala sekolah bahwa dana yang dipakainya sebesar Rp22 juta. “Dana BSM diberikan melalui rekening BRI penerima masing-masing dan pengambilannya melalui orangtua murid atau dikuasakan ke pihak sekolah,” ucapnya.

“Jadi apabila dana itu diambil kepala sekolah, mungkin ada kesepakatan antara orang tua murid dengan yang bersangkutan, namun setelah diambil rupanya terpakai si kepala sekolah tersebut,” tukasnya.

Terpisah, H Ubaidilah, Ketua Komisi I DPRD PALI menyayangkan kejadian itu. Dan atas nama lembaga, dirinya menyesali kejadian yang tidak patut dilakukan seorang kepala sekolah.

“Kasus ini harus menjadi pembelajaran untuk yang lainnya. Kedepan instansi terkait harus memperketat pengawasan terhadap sekolah-sekolah, ketika menerima dana apapun bentuknya agar tindak penyelewengan bisa diminimalisir,” tandasnya.

Sementara Az, Kepala SDN 14 Panukal ketika dikonfirmasi belum bisa dihubungi.

PENULIS : HABIBI