Korem 044/ Garuda Dempo Bantu Warga Desa Gelabak Dalam Wujudkan Air Bersih

MAKLUMATNEWS.com  Banyuasin.- Desa Gelebak Dalam, Kecamatan Rambutan Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan (Sumsel) , saat ini mengalami krisis air. Tapi desa yang terkenal sebagai penghasil padi pun ini bertekad menjadi desa mandiri  yang tidak bergantung pada desa lain.

Informasi yang terhimpun dilapangan belum lama ini menemukan, beberapa catatan penting yang harus menjadi perhatian kita semua. Terlebih lagi, Desa Gelabak Dalam yang sejak beberapa tahun terakhir harus merasakan sulitnya air bersih dikarenakan banyak faktor. Diantaranya adalah karena maraknya pengembangan perkebunan perusahaan, pembangunan infrastruktur seperti perumahan dan jalan, serta galian tanah, sehingga menyebabkan pertanian masyarakat terganggu.

“  Kami di sini mengalami kesulitan air bersih, padahal jika ditempuh dengan jarak ke Kota Palembang paling cuma 15 menit. Mungkin karena wilayah ini masuk Kabupaten Banyuasin, makanya itu juga menjadi penyebabnya,” ujar Hendri Kepala Desa setempat saat di bincangi.

Kendati demikian, Hendri berujar bahwa, di desanya dalam satu bulan setidaknya menghabiskan dana sebesar Rp 42 juta yang hanya di peruntukkan untuk belanja air mineral dari Palembang. Hal itu di sebabkan, kualitas air Sungai Tilan dan Sungai Tengkabu, serta sumur tanah warga  tidak layak di konsumsi. Dan hanya di pergunakan untuk Mandi, Cuci , Kakus (MCK).

“Warga terpaksa membeli air mineral dari luar desa sebesar Rp 5000/gallon , sebab sepuluh tahun terakhir kualitas air yang ada tidak bisa untuk keperluan rumah tangga.Tapi sekarang, kami tidak khawatir lagi sejak – Filter Air Nusantara- yang merupakan teknologi pengelolaan air bersih bantuan dari Korem 044/ Gapo sudah bisa di nikmati sebulan lalu,” ungkap Hendri yang menjabat Kepala Desa sejak empat tahun lalu ini.

Kepala Desa Gelabak Dalam Hendri , Foto : Mongabay.co.id

Menurut Hendri, air mineral yang dihasilkan dari teknologi ini memang tidak dibagikan secara gratis yakni hanya dengan Rp 4000/gallon. Meskipun begitu, warga di desanya sangat terbantu sekali dan tentu harga yang  dijual kepada warga Desa Gelebak Dalam pun jauh lebih murah jika dibandingkan harus membeli di Palembang.

“Soal harga yang jelas bisa sedikit lebih murah, selain itu, hasil tesnya pun menunjukkan kualitas yang lebih baik dari air mineral yang beredar di pasaran. Terutama kandungan logamnya,” kata Hendri

Untuk membuktikan hasil dari ucapanya, Hendri juga menunjukkan, PH air mineral hasil teknologi Filter Air Nusantara kisaran 7-8, sementara air mineral lainnya sekitar 6-7,5.

“ Untuk kandungan logamnya  sendiri juga cukup baik, jika air mineral kemasan yang dijual pasaran ppm-nya berkisar 40-an, sementara air mineralnya kisaran 3-4,” ungkap Hendri sembari mengalirkan listrik di kedua air mineral yang dimasukan ke gelas. Hasilnya, air mineral yang dijual di pasaran lebih keruh warnanya.

Perlu juga di ingat kata Hendri, bahwa terciptanya air bersih ini merupakan hasil kerja sama antara Bumdes Maju dengan Korem  044 Gapo.

“ Alhamdulillah, kini warga desa Gelabak Dalam dapat tercukupi air bersihnya, sehingga untuk keperluan sehari-hari warga tidak lagi bergantung di luar desa ,” tuturnya.

Sementara itu, Kol Arh Sonny Septiono, Komandan Korem 044 Garuda Dempo saat bertemu sejumlah lembaga pemerintah dan NGO yang konsen pada lingkungan hidup di Sumatera Selatan, Senin [04/2/2019], mengungkapkan bahwa, pihaknya akan menjalankan program Desa Sedulur. Program ini akan belajar dari apa yang dilakukan Desa Gelebak Dalam.

“ Ini sangat penting di lakukan, mengingat makna sedulur yang artinya bersaudara. Maka, warga desa yang selama ini mengalami persoalan lingkungan hidup sudah sepatutnya hidup makmur, aman, sehat, cerdas bersama, sehingga selamat dunia dan akhirat,” bebernya.

Lebih lanjut Ia berharap agar semua pihak harus bekerja sama mewujudkan hal tersebut, mulai dari aparat pemerintah, masyarakat, NGO, seniman, ulama, akademisi, polri, dan TNI,” tutupnya seperti dilansir dari mongabay.co.id.

Editor : Jemmy Saputera