Ditandatangani Bupati, Undangan Untuk Perusahaan Tak Ada Arti

Usai di Buka Bupati PALI, Perwakilan Perusahaan Kabur

MAKLUMATNEWS.com, PALI — Pada kegiatan sosialisi pencepatan penyaluran tahapan dana tranfer (meningkatkan dana bagi hasil PPH pasal 21 dan 25/29) untuk menambah pengetahuan masyarakat dan pihak perusahaan tentang perlunya pembuatan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) ditempat melakukan usaha dan meningkatkan pembuatan NPWP baru bagi usaha kecil menengah, oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) kabupaten Penukal Abab Lematang Ili (PALI).

Kegiatan yang dipusatkan di gedung Pesos Komperta Pendopo kecamatan Talang ubi pada Kamis (7/2/2019) banyak perusahaan yang beroprasi di Bumi Serepat Serasan yang menerima undangan absen pada kegiatan tersebut, dan perusahaan yang hadirpun hanya melalui perwakilan yang tidak dapat mengambil keputusan.

Menurut Kepala Bapenda kabupaten PALI yang disampaikan oleh Kabid Perimbangan dan Pendapatan lain-lainnya, Sartika Anwar S.kom, bahwa ada sebanyak kurang-lebih 39 undangan dibagikan kepada perusahaan baik BUMN maupun swasta yang beroprasi di wilayah kabupaten PALI. Serta, pihaknya meminta dalam undangan tersebut agar pimpinan yang hadir dan tidak diwakilkan.

“Sekita 39 undangan kita sebar kepada perusahaan yang memang lumaian besar dan ternama baik itu BUMN maupun swasta yang memang beroperasi di wilayah PALI, serta sejumlah perbankan juga turut kita hadirkan. Dan sangat kita sayangkan dari jumlah tersebut hanya 44 persen yang hadir dan itupun hampir seluruhnya diwakilkan oleh staf yang tidak dapat mengambil keputusan.” beber wanita yang kerap disapa Tika ini, Kamis (7/2/2019).

Lebih lanjut, Tika menjelaskan, bahwa didalam undangan tersebut, selain tidak boleh diwakilkan juga tertera tandatangan dari orang nomor satu di Bumi Serepat Serasan.

“Di undangan juga jelas ada tandatangan Bupati PALI, artinya acara ini penting untuk perkembangan kabupaten kita. Namun sejumlah perusahaan diduga seperti tidak menghargai hal tersebut. Bagaimana kabupaten kita akan maju kalau perusahaan acuh terhadap pemerintah, bagaimana mau membangun kalau perusahaan hanya mementingkan mencari dan mengeruk keuntungan saja dari kabupaten kita,” sesalnya.

Dari pantauan, dalam kegiatan sosialisasi tersebut, usai dibuka Bupati PALI Ir H Heri Amalindo MM, dan bupati mohon pamit karena ada kegiatan lain, para perwakilan dari perusahaanpun menghilang satu persatu dan tersisa hanya segelintir perwakilan saja.

Salahsatu yang ditemui media ini, Humas PT Medco E&P wilayah kerja PALI Yulianto, berdalih bahwa pihaknya tidak memiliki perwakilan kantor di wilayah kabupaten PALI, sehingga dirinyalah satu-satunya perwakilan pimpinan yang terdekat.

“Office kita ada di wilayah Soka, wilayah Lematang dan wilayah Kaji. Sedangkan untuk dikabupaten PALI hanya sebagai perlintasan saja. Dan kami sebagai humas dan perwakilan perusahaan yang memungkinkan untuk hadir.” Ujarnya, yang tetap mengikuti kegiatan seminar sosialisasi tersebut.

PENULIS : HABIBI