Setelah PIB, Golkar Dan Gerindra, Kini Ahok Loncat ke PDIP

MAKLUMATNEWS.com, JAKARTA — Meski sempat mengatakan tak mau lagi terlibat politik, mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok akhirnya melabuhkan pilihannya ke PDIP.
Ahok mendatangi kantor DPD PDI Perjuangan Bali. Ahok pun resmi jadi kader partai berlambang banteng moncong putih itu.

Ahok sempat berbincang di ruangan sekretariat dan perpustakaan DPD PDIP Bali. Dalam ruangan tersebut, diketahui ada Wagub Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, Dewan Pertimbangan PDIP Bali I Nyoman Adi Wiryatama, dan Sekretaris PDIP Bali I Gusti Ngurah Jaya Negara.

Sekitar satu jam pertemuan berlangsung, pukul 17.00 Wita terlihat Ketua DPD PDIP DKI Jakarta Adi Wijaya (Aming) datang menyusul. Aming juga langsung masuk ke ruangan.

Tak berapa lama, rombongan tersebut keluar. Saat keluar dari ruangan, terlihat Ahok memakai jaket merah PDIP.
“Beliau sudah anggota PDI Perjuangan, sudah resmi,” ujar Nyoman Adi Wiryatama seperti dilansir dari laman detikcom.

Lantas kenapa di Bali?

“Beliau selaku anggota PDI Perjuangan tentunya bersilaturahmi dengan kita anggota PDI Perjuangan sambil beliau berkeliling-keliling. Artinya, beliau bersilaturahmi sebagai satu wadah dengan kita di PDIP Perjuangan,” ujarnya.
Ahok tersenyum saat diperkenalkan sebagai kader PDIP. Ia pun menyatakan PDIP merupakan partai yang sesuai dengan ideologi perjuangannya.

“Memang ini yang sesuai dengan garis ideologi perjuangan saya,” ucap Ahok.

PDIP pun menjadi partai keempat Ahok di panggung politik.

Ia sebelumnya merupakan kader Perhimpunan Indonesia Baru (PIB), Golkar, dan Gerindra. Ia memutuskan keluar dari partai saat masih menjabat Wagub DKI, sebelum akhirnya menjadi Gubernur DKI menggantikan Joko Widodo, yang terpilih sebagai presiden pada Pilpres 2014.

Perjalanan politik Ahok bermula dari Belitung Timur pada 2004. Kala itu Ahok bergabung dengan PIB dan menjabat ketua DPC. Dengan kendaraan PIB, ia mencalonkan diri sebagai anggota legislatif dan terpilih menjadi anggota DPRD Belitung Timur periode 2004-2009.

Ahok tak lama duduk di DPRD Belitung Timur. Pada 2005, ia maju ke Pilkada Belitung Timur. Ahok, yang berduet dengan Khairul Effendi, terpilih menjadi Bupati dan Wakil Bupati Belitung Timur. Tak sampai menyelesaikan masa baktinya, pada 2007, Ahok mengundurkan diri dan maju dalam Pilgub Bangka Belitung, tapi kali ini ia gagal.

Gagal di Pilgub Bangka Belitung, Ahok kembali maju sebagai caleg dan terpilih jadi anggota DPR RI pada 2009. Kali ini ia berkendaraan Partai Golkar. Ia pun duduk di Komisi II DPR sampai kemudian mengundurkan diri menjelang Pilgub DKI 2012.

Menjelang Pilgub DKI 2012, dinamika politik yang sangat liar mengantar Ahok menjadi cawagub pendamping Jokowi. Menjelang Pilgub DKI, Ahok mengundurkan diri dari Golkar dan maju diusung oleh PDIP dan Gerindra. Singkat cerita, Jokowi-Ahok menang Pilgub DKI.

Di kemudian hari, Jokowi maju di Pilpres 2014 berpasangan dengan Jusuf Kalla. Karier politik Ahok makin meroket dengan menjadi Gubernur DKI Jakarta. Ia kemudian didampingi Djarot Saiful Hidayat sebagai Wagub DKI. Di tengah jalan, terjadi dinamika politik yang membuat Ahok akhirnya mundur dari Gerindra.

Ahok-Djarot kemudian melanjutkan langkah politik berpasangan di Pilgub DKI 2017. Ahok-Djarot kali ini didukung oleh PDIP, NasDem, Golkar, dan Hanura. Panasnya suhu politik memuncak mendekati pengujung 2016. Sampai kemudian, dalam sebuah kunjungan ke Kepulauan Seribu, Ahok menyinggung tentang Surat Al-Maidah. Setelah itu, Ahok dilaporkan atas dugaan penistaan agama.

Dalam kasus itu, Ahok dinyatakan terbukti bersalah dan divonis hukuman 2 tahun penjara. Ahok pun bebas murni pada 24 Januari 2019.

EDITOR : MIMBAR AS