150 Warga Palembang Tercatat DBD Selama 2019

MAKLUMATNEWS.com, Palembang — Sepanjang 2019 Dinas Kesehatan Kota Palembang mencatat sekitar 150 warga terkena Demam Berdarah Dengue (DBD).

“Saya harap program gotong royong terus berlanjut, seperti membersihkan rumput berlembab tiap minggu, karena itu tempat persembunyian nyamuk, selama 7-10 hari nyamuk kecil akan menjadi nyamuk dewasa, intinya masalah kebersihan lingkungan,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Palembang dr Hj Letizia M.Kes melalui Kabid Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Fauzia, Senin (11/2/2019).

Lebih lanjut ia menuturkan, Tahun 2019 ini Dinkes Palembang akan menggalakkan sektor kerja untuk penanggulangan DBD dengan cara mengajak lintas sektor seperti pihak Kecamatan dan Kelurahan.

“Saat ini Dinkes meningkatkan kapasitas petugas, dan saya harap masyarakat bukan hanya melakukan pencegahan saja, tetapi harus mengenali penyakit DBD ketika anak demam mendadak, ini untuk memastikan apakah anak tersebut terkena penyakit DBD atau tidak, jangan sampai terlambat,” ungkapnya.

Diketahui, sesuai data yang masuk, untuk angka pasien yang terkena DBD, sesuai data masuk 2019, yakni Kecamatan Sako yang terbanyak, disusul Jakabaring dan Sukarame.

“Di Sako bukan dilihat dari jumlah, tapi penyakit dari angka kejadian dan insiden rate dibagi jumlah penduduk dikali 100 ribu. Jadi per 100 ribu mencapai 29,1 persen,” tuturnya.

Sesuai target dari kementerian diambang batas kasus DBD, harus dibawah 49 per 100 ribu. “Memang dilihat dari ambang batas Kemenkes masih dibawah itu, tetapi mesti diupayakan kemandirian masyarakat terutama digalakkan setiap rumah harus bertanggung jawab untuk memantau setiap jentik nyamuk,” jelasnya.

Kebanyakan wabah penyakit itu, seperti di kolam-kolam dan bak bekas, sebagai tempat genangan air, ketika musim hujan. “Alhamdulillah, sampai saat ini belum ada korban jiwa yang terkena DBD,” pungkasnya.

PENULIS : TRI JUMARTINI