UIN Raden Fatah Dukung Penjaminan Produk Halal di Indonesia

MAKLUMATNEWS.com, PALEMBANG — Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang, bersama Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) meakukan Memorandum of Understanding (MoU) tentang kesepahaman dua belah pihak untuk bekerjasama di bidang jaminan produk halal dan pengembangan kelembagaan, Senin (11/2/2019).

Proses pendandatangan MoU dihadiri dan disaksikan oleh sejumlah pejabat UIN Raden Fatah Palembang seperti Wakil Rektor, Dekan, Wakil Dekan, Ketua LP2M, Kepala BPJPH Prof Ir Sukoso, MSc, PhD, didampingi Kepala Pusat Pembinaan dan Pengawasan JPH Kemenag RI Drs Amri Siregar, MS, Kasubag TU Mohammad Zen, serta perwakilan JPH Kemenag Sumsel Yauza Efendi.

Rektor UIN Raden Fatah Palembang Prof Sirozi menyampaikan, UIN menyambut baik pemberlakuan UU Nomor 33 Tahun 2014. Mereka menaruh minat yang tinggi untuk turut berpartisipasi dalam membangun sistem Jaminan produk halal di Indonesia, terutama dalam menyediakan halal expertise.

“UIN Raden Fatah memiliki program studi yang sesuai dengan tuntutan UU Nomor 33 tahun 2014 yaitu Program Studi Biologi dan Kimia dari Fakultas Sains dan Teknologi. Dengan adanya kedua prodi ini kami bisa memasok kebutuhan auditor halal berkualitas yang sesuai dengan kebutuhan,” papar Sirozi.

Kepala BPJPH Prof Sukoso mengatakan, kerja sama ini dilakukan untuk mempercepat ketersediaan auditor halal serta Lembaga Pemeriksa Halal (LPH), sehingga saat Peraturan Pemerintah (PP) terkait JPH diteken nanti, semua perangkat yang diperlukan untuk proses sertifikasi halal sudah tersedia. Dan, BPJPH siap melakukan sertifikasi produk halal.

Dia menambahkan, untuk menyediakan auditor halal memerlukan SDM yang memenuhi persyaratan tertentu sebagaimana amanat UU No 33 Tahun 2014, yaitu berpendidikan paling rendah sarjana strata satu di bidang pangan, kimia, biokimia, teknik industri, biologi atau farmasi.

“Sesuai dengan UU No 33 Tahun 2014, pada bagian pejelasan Pasal 12 ayat (1) disebutkan bahwa LPH yang didirikan oleh pemerintah antara lain yang didirikan oleh perguruan tinggi negeri, untuk memenuhi kebutuhan SDM seperti itu yentu adanya di perguruan tinggi seperti di UINRaden Fatah ini,” jelas Sukoso.

Kerja sama dengan perguruan tinggi seperti ini sangatlah diharapkan dengan tujuan meningkatkan minat para peneliti di kampus untuk mengkaji, meneliti dan mengembangkan produk halal. Di antaranya dengan mendirikan halal center, sebagai rintisan untuk mendirikan LPH. Halal center sangat penting untuk menyediakan tenaga penyelia halal dalam membantu Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan perusahaan membuat produk halal.

“Kampus juga bisa mengambil peran dengan mengembangan disiplin ilmu produk halal dengan mendirikan prodi terkait jaminan produk halal,” tukasnya.

PENULIS : ZAHIB BLANDINO