Kasus Opposite6890,Propaganda Atau Fakta

Kompolnas Minta Polri Mengusut Tuntas

MAKLUMATNEWS.COM JAKARTA — Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) meminta kepada Polri untuk tidak lemah dan takut menghadapi akun media sosial Opposite6890 yang menyatakan telah mengungkap dugaan keterlibatan Polri dalam mengerahkan buzzer untuk memenangkan salah satu kandidat di Pilpres 2019.

“Polri tidak boleh terkesan lemah dan ketakutan, sudah seharusnya sejak isu ini timbul, Div Humas harus segera memberikan informasi yang benar, tepat, teknis dan logis,” kata Anggota Kompolnas Andrea H Poeloengan belum lama ini.

Menurut Andrea, masyarakat saat ini sudah cerdas dalam memilah mana fakta dan data. Oleh sebab itu, dia meminta kepada Polri untuk terus membuktikan bahwa isu dari akun medsos itu tidak benar.

“ Jangan sampai masyarakat berasumsi miring terhadap Polri. Lagi pun jawaban ke publik harus jelas karena masyarakat juga sudah melek atau paham IT. Setiap hari harusnya di “running” jawaban kontranya yang masuk akal, legal dan berlegitimasi,” tutur Andrea seperti dilansir dari Okezone

Selain itu, menurut Andrea, Direktorat Siber Bareskrim Polri juga seharusnya telah mengambil langkah tegas untuk mengungkap siapa sosok dibalik akun tersebut.

“Polri tidak boleh kalah dengan upaya upaya yang mengarah mendelegitimasi keberadaan Polri sebagai bagian dari sistem pemerintahan yang sah,” ujar Andrea.

Diketahui sebelumnya, polisi telah menyatakan sikap akan memproses hukum akun Opposite6890 karena dinilai telah melakukan propaganda dan menyebarkan isu tidak benar terkait Polri. Polri menegaskan bahwa lembaganya bersikap netral pada Pemilu 2019.

Menanggapi hal tersebut, Polri melalui Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo membantah tudingan akun Opposite6890 yang menuding Polri sebagai penyedia buzzer untuk salah satu kandidat di Pilpres 2019. Polri menyatakan, informasi yang disampaikan akun Opposite6890 adalah hoaks dan tidak bisa dipertanggungjawabkan.

“ Nantinya, pakar teknologi informasi (TI) yang akan mengungkap kebohongan Opposite6890 itu, “ sanggahnya saat memberikan penjelasan secara komprehensif. di Mabes Polri,Jakarta  Selatan baru-baru ini.

Namun, Dedi enggan menjelaskan secara terperinci sejauh mana proses penyidikan yang dilakukan jajaran Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri terkait kasus ini. Dia juga enggan membeberkan identitas orang di balik akun Opposite6890 yang disebut telah teridentifikasi.

“Teknisnya semua sudah disiapkan. Itu masuk pada materi penyidikan, tidak bisa saya sampaikan. Biarkan tim bekerja,” ucapnya.

Masuk Penyidikan

Polisi meningkatkan penanganan kasus akun media sosial Opposite6890 ke tahap penyidikan. Opposite6890 merupakan akun yang mengungkap dugaan keterlibatan Polri dalam mengerahkan buzzer untuk memenangkan salah satu kandidat di Pilpres 2019.

Dilansir dari  Merdeka.com kepolisian menyatakan akan memroses hukum akun Opposite6890 karena dinilai telah melakukan propaganda dan menyebarkan isu tidak benar terkait Polri. Polri menegaskan bahwa lembaganya bersikap netral pada Pemilu 2019.

Diketahui sebelumnya melalui akun Twitter @opposite6890, dimuat berbagai informasi terkait dugaan keterlibatan Polri dalam mengerahkan pasukan buzzer di Pilpres 2019. Menurutnya, polisi membentuk tim buzzer 100 orang per Polres di seluruh Indonesia yang terorganisasi hingga Mabes Polri.

Mereka saling mengikuti atau follow baik di Instagram, Twitter, maupun Facebook yang berinduk pada akun utama @alumnisambhar. Opposite6890 juga mengungkap destinasi IP @alumnisambhar berada di Mabes Polri Jakarta Selatan.

Editor : Jemmy Saputera