Kidung Penjual Es Batu Balok di Pasar 26 Ilir Palembang

 

MAKLUMATNEWS.com —  Berubahnya selera konsumen dari es batu balok ke es kristal seperti sekarang ini, ternyata tak membuat bisnis atau penjualan es batu balok yang sudah puluhan tahun dikenal masyarakat, menjadi surut. Bahkan para penjual ikan di pasar tradisional di kota Palembang masih sangat akrab dengan es batu balok.

Dengan  demikian, bisnis es batu balok ditengah maraknya es kristal, tidak sampai surut, apalagi bagi Zen, penjual es batu balok di Pasar Rakyat 26 Ilir, Palembang ini.

Es batu balok sudah puluhan tahun diakrabi oleh Zen, peria berusia 46 tahun ini, untuk menjadi basis ekonomi keluarganya.

“Syukur…es batu ini masih ada pelanggannya, kebanyakan tukang ikan,” ujar Zen yang memiliki depot es batu balok di sebuah sudut pasar depat permukiman penduduk.

 

Menurut para pedagang ikan, kata  Zen, es batu balok sangat lama bekunya sehingga bisa menyegarkan ikan-ikan, dibandingkan kalau menggunakan es kristal.

Lagi pula, lanjut penjual es ini, harganya sangat terjangkau hanya rp 20 ribu per balok. Satu balok berukuran 1 meter lebih dikit, kemudian oleh Zen dibagi tiga dan seterusnya dipecah-pecah dalam karung.

Menurut pengakuan Zen, dirinya bisa menghabiskan 30 balok es setiap harinya. Balok es tersebut diselumuti oleh   lebuk, serpihan bekas gergaji kayu alias serbuk kayu agar tidak mudah cair.

“Kebanyakan tukang ikan, tapi ada juga tukang daging,” ujar Zen sembari mengungkapkan dirinya menerima es balok dari Pabrik Es di kawasan 15 Ulu laut, Palembang.

Es batu balok memang sudah jarang dikonsumsi warga pada umumnya, sebab es kulkas dan es Kristal lebih disukai warga. Namun Es batu balok tetap eksis.(*)

 

Reporter /Editor : Aspani Yasland