Kisah Najib Razak Tumbang Usai Masuk Ka’bah Sebelum Pemilu

MAKLUMATNEWS.com — Peradaban negeri jiran Malaysia tercemar aib besar Najib Razak. Ya, bekas Perdana Menteri Malaysia itu tengah menghadapi tuntutan berlapis pidana korupsi senilai 6,6 miliar ringgit (Rp 24 triliun).

“Sebelum tumbang dalam Pemilu 9 Mei 2018 lalu, Najib dibelit tudingan serius, rasuah,” ulas wartawan senior, Setiyardi Budiono melalui laman Facebook pribadinya, Senin, 15 April 2019 sebagaimana dikutip MAKLUMATNEWS.com dari Moeslimchoice.com.

Najib, lanjut Setiyardi, yang saat itu masih menjadi perdana menteri dan Pemimpin UMNO, pada 11 Januari 2018 umrah ke tanah suci Mekah. Karena statusnya sebagai PM Malaysia, Kerajaan Arab mengizinkannya masuk Ka’bah.

“Tapi semua itu tak mengubah nasib Najib Razak. Dia dikalahkan politikus gaek Datuk Mahathir Mohamad,” terang Setiyardi.

Selang dua bulan usai kekalahannya di pemilu Malaysia, awal Mei 2018 lalu, Najib dijebloskan ke bui. Skandal korupsi 1Malaysia Development Berhad (1MDB) mengubah jalan hidup eks petinggi UMNO ini.

Najib disebut-sebut menerima aliran dana langsung ke rekening pribadinya sebesar 10,5 juta dolar AS. Aliran dana itu dia dapatkan dari anak perusahaan 1MDB, SRC International.

“Najib kini menjadi pesakitan dan menghadapi tuntutan kumulatif 100 tahun penjara,” tambah Setiyardi.(*)

Editor : Aspani Yasland