DP Oknum Pembunuh Vera Oktaria, Sempat Mengaku Kuli Bangunan Untuk Mengelabui Warga

MAKLUMATNEWS.com, BATURAJA — Ada cerita unik dibalik pelarian dan pencarian DP oknum pembunuh Vera Oktaria beberapa waktu lalu. Warga RT 01 RW 02 Kelurahan Kemelak Bindung Langit Kecamatan Baturaja Timur Ogan Komering Ulu, mengaku sempat memergoki Prada DP oknum TNI yang diduga melakukan pembunuhan sadis itu saat hendak kabur meninggalkan tempat pendidikanya di Dodiklatpur Baturaja.

Saat hendak melakukan pelarian dari tempat penempatan pendidikan di Dodiklatpur Baturaja oknum TNI prada DP, ternyata sempat meminta bantuan warga di sekitaran Dodiklatpur untuk diantar ke arah Pasar.

Namun, Prada DP saat itu tak mengaku sebagai tentara melainkan mengaku sebagai kuli bangunan.
Saat meminta bantuan kepada warga RT 01 RW 02 Kelurahan Kemelak Bindung Langit yang kebetulan ada hajatan, Prada DP tak mengenakan seragam tentara. Prada DP hanya membawa bungkusan kantong kresek yang teryata seragam tentara lengkap miliknya.

Dikutip dari Sumselupdate, Media Kurniawan Ketua RT 01 02 Kelurahan Kemelak Bindung Langit saat dijumpai Selasa (14/5/2019), menjelaskan saat itu pihaknya tengah menghadiri hajatan di salah satu rumah warga tak jauh dari asrama Dodiklatpur. Sekitar pukul 21.30 tiba-tiba datanglah pria yang belakangan diketahui Prada DP.

Saat itu DP meminta diantar ke pasar, dengan alasan ingin pulang ke rumah lantaran Ibu korban meninggal dunia.

Warga yang curiga pada saat itu tak langsung percaya. Lalu, melalui ketua RT warga mengintrogasi DP dan saat diinterogasi Prada DP mengaku sebagai kuli bangunan hendak pulang ke Martapura.

Namun, lantaran curiga warga meminta kantong kresek untuk dibuka, prada DP menolak, betapa terkejutnya warga yang meminta paksa melihat didalam kantong kresek itu terdapat pakaian PDL tentara komplit beserta sepatu.

“Lalu dia mengaku jika dirinya tentara dalam masa pendidikan sebagai siswa di Dodiklatpur. Namun mengaku ingin berhenti, lantaran tidak betah jadi tentara dan baru mengaku orang Palembang,” cerita Media.

Selanjutnya saat hendak diantar ke Markas Dodiklatpur oleh warga DP menolak dan kabur meninggalkan warga.

Setelah itu, warga lantas melaporkan hal itu ke pos piket Dodiklatpur dan langsung melakukan pencarian bersama anggota TNI disekitaran kawasan itu hingga pukul 04.00 dinihari. Namun, tak membuahkan hasil.
“Kami warga serta seluruh pelatih mencari memburu anak itu dari pukul 21.30 sampai pukul 04.00 Subuh tapi tak ketemu. Barulah setelah itu mendapat berita jika DP diduga terlibat kasus pembunuhan,” tukasnya.

EDITOR : MIMBAR AS