Adu Program Akan Mewarnai Pilkada PALI

MAKLUMATNEWS.com, PALI — Pemilukada kabupaten Penungkal Abab Lematang Ilir (PALI) akan berlangsung pada tahun depan, petahana Heri Amalindo diprediksi akan ditantang oleh penantang baru, karena ini peluang bagi penantang untuk merebut hati masyarakat, sedangkan bagi Heri harus mempu meraih kemenangan untuk menduduki kursi orang nomor 1 di PALI periode kedua.

Pengamat politik dan sosial Bagindo Togar BB mengatakan, biasanya, untuk memperoleh percepatan dan pemerataan pembangunan , adalah dengan memunculkan potensi elite politik berusia muda, intelektual dan berintegritas, energik, kreatif , berani juga visioner.
Untuk itu , disarankan bagi pasangan penantang yang akan bertarung kelak dalam Pilkada serentak di PALI nantinya harus mampu memunculkan sekaligus figur yang mampu memunculkan program perubahan bagi PALI yang lebih maju lagi.

“Harus mampu meyakinkan rakyatnya, bahwa Pembangunan diDaerah tersebut bisa lebih cepat, lebih merata, lebih berkualitas serta lebih berkeadilan dirasakan oleh setiap kelompok masyarakat yang berada di seluruh wilayah kabupaten PALI, ini peluang bagi penantang,”kata Bagindo, Senin (10/6).
Sedangkan posisi Heri Amalindo dalam segi popularitas dan elaktibilitas sepertinya cukup tinggi dukungan dari masyarakatnya. Dikarenakan kinerja pemerintah relatif memberi kepuasan terhadap publik PALI.

“Dimana pembangunan infrastruktur , pelayanan bagi masyarakat dan gaya kepemimpinan yang populis cukup dirasakan warga daerah tersebut. Bukan berarti pemerintahan daerah tidak memiliki ragam sisi lemah yang kelak disoroti secara lebih kritis oleh para penantang berikut pendukungnya,” katanya.

Karena dalam area moment dan etika political games sesungguhnya kemampuan membangun serta mengolah kesempatan dan tantangan menjadi Peluang, sebagai wujud seni berpolitik dalam konteks implementatif berdemokrasi.

Selain itu menurutnya, tingkat kepuasan masyarakat yang cenderung berubah juga meningkat, membutuhkan kepekaan,filter serta instrumen yang efektif dalam mengartikulasikan aspirasi maupun expektasi publik sebagai pemilih atau pendukung kebijakan.

“Bisa saja, rakyat PALI berkeinginan lompatan kebutuhan dan harapan atas program program pembangunan didaerahnya,ketika Petahana tak mampu mengakomodirnya, maka ini menjadi issu kritis atau moment mencuri peluang untuk menekan sekaligus mendelegitimasi kisah sukses petahana saat ini. Lebih konkrit, misalnya masyarakat PALI berhasrat akselerasi dan pemerataan pembangunan di daerah,”katanya.

Kemudian sinkronisasi juga prioritas program pembangunan serta peningkatan profesionalisme dan Integritas para ASN. Untuk semua uraian diatas Petahana sekarang dituntut untuk serius.
“Jeli dan strategik ketika para kompetitornya begitu piawai merumuskan pola juga manuver politik yang cenderung mampu meyakinkan publik bahwa akan terjadi perubahan yang lebih cepat, lebih baik serta lebih adil bagi masyarakat PALI,” katanya.

Reporter : Alqarni