Gara-Gara “Bengkoang“ Polisi Tembak TNI di OKU Timur !

MAKLKUMATNEWS.COM OKU TIMUR — Kesalahpahaman terjadi antara anggota Sub Denpom Tangerang dengan anggota Polres Ogan Komering Ulu (OKU) Timur saat hendak membeli bengkoang di Tunggul Desa Bandar Jaya OKU Timur, Sumatera Selatan (Sumsel) beberapa hari lalu. Akibatnya, seorang  anggota TNI tertembak oleh okunum polisi hingga harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun,  kejadian ini berawal saat anggota TNI yakni Serda YA bersama rekannya Pratu RA yang merupakan anggota Denjaka Marinir Cilandak membeli bengkoang di Tunggul Desa Bandar Jaya, OKU Timur, Sumsel, Senin (10/6/19) lalu

Kejadian tersebut, sebenarnya hanya kesalahpahaman saja.  Kedua oknum anggota TNI yang membeli bengkoang itu namun lupa membayarnya.  Kemudian keduanya meninggalkan lokasi lalu kembali ke untuk membayar saat  dipertengahan jalan mereka tersadar jika belum membayar bengkoang tersebut.

“ Anggota TNI ini lalu kembali ke lokasi untuk membayar. Namun, sesampainya di lokasi kedua anggota TNI tersebut  didatangi anggota polisi Brigadir F. Hingga terjadi cekcok hingga terjadilah penembakkan,” kata salah seorang warga berinisial BS.

“ Beruntung, peluru tersebut hanya mengenai tangan kiri  salah seorang diantaranya dan langsung dilarikan ke RSUD Ibnu Sutowo, Baturaja, Sumsel,” tambahnya lagi

Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Supriadi yang dikonfirmasi awak media memberanarkan  hal tersebut. Menurutnya permasalahan ini telah diselesaikan secara kekeluargaan dan keduanya sudah saling memahami akan kekeliruan dan kesalahpahaman masing-masing.

“Semuanya sudah damai, dengan mendatangkan dandim dan Kapolres, Pada saat kejadian, memang baik anggota polisi dan anggota TNI tidak memakai seragamnya masing-masing sehingga tidak saling mengetahui. Itu hanya kesalahpahaman saja, ” katanya seperti dilansir dari beritasumatera.co.id

Ia menjelaskan, jika  saat ini ,  anggota TNI yang tertembak tersebut sudah pulang kerumah. Artinya tidak ada yang fatal. Untuk tindaklanjutnya, baik anggota TNI dan anggota polisi dikembalikan ke penegak hukum masing-masing.

“Kami masih memeriksanya untuk melihat sejauh mana kesalahan yang ada, ” tukasnya.

Editor : Jemmy Saputera