Hanya Kebagian Dua Even Nasional, Dewan Minta Disbudpar Lebih Aktif Berkomunikasi

MAKLUMATNEWS.COM, PALEMBANG – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumsel mengaku kecewa dengan Dinas Pariwisata Sumsel. Pasalnya, dari 100 even nasional yang difasilitasi Kementerian Pariwisata di tahun 2019 ini, Sumsel hanya kebagian dua even nasional yaitu Festival Sriwijaya dan Ziarah Qubro.

“Jadi menurut orang Kementerian Pariwisata RI, orang Sumsel kurang komunikasi, jadi hanya agenda rutin saja yakni Festival Sriwijaya dan Wisata Ziarah Qubron yang masuk diagenda Kementerian Parwisata RI,” kata Sekretaris Komisi V DPRD Sumsel , Syaiful Padli, Minggu (23/6).

Jika dibandingkan daerah lain seperti Jakarta dan sejumlah provinsi di Jawa, diungkapkan Syaiful, ada yang mendapatkan even nasional dari Kementrian Pariwisata RI sebanyak empat hingga lima even.

“Kami akan gedor Dinas Pariwisata Sumsel itu agar lebih aktif untuk menjalin komunikasi dengan Kementrian Pariwisata RI. Selain itu kalau ingin meningkatkan PAD harus diajak sering-sering, pakar, ahli dan pelaku sejarah, budayawan dan pariwisata sehingga mendapatkan masukan-masukan membangun daerah,” katanya.

Politisi PKS ini melanjutkan, Kementerian RI mengingatkan pemerintah daerah agar tidak  hanya tergantung pada sumber daya alam (SDA) saja dalam meningkatkan pendapatan daerah, tapi sektor pariwisata dan budaya ini bisa mendapatkan pendapatan daerah.

“Komisi V DPRD Sumsel siap memfasilitasi semua stekholder untuk duduk satu meja guna membangun pariwisata Sumsel, kita akan garap ini, kami siap memfasilitasi,” katanya.

Menurutnya, Sumsel dengan ibukota provinsinya kota Palembang memiliki potensi destinasi wisata, terutama wisata berbasis sejarah dan sungai. Wisata yang dikelola Pemprov Sumsel selama ini misal Bukit Seguntang, Kampung Arab Almunawar dan ke depan banyak potensi wisata Sumsel yang harus menjadi perhatian pemerintah daerah.

“Beberapa rencana strategi yang bisa dibuat Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Sumsel diantaranya dengan memaksimalkan potensi generasi milineal. Data dari internet marketing jumlah generasi milinial saat ini 79 juta orang.Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) harus jeli melihat potensi milinial baik sebagai objek wisata maupun penggiat wisata sehingga pendapatan daerah dari sektor kebudayaan dan Pariwisata bisa menjadi andalan,” katanya.

Menanggapi kekecewaan DPRD Sumsel ini, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sumsel Aufa Syahrizal., mengatakan, untuk pengembangan pariwisata di Sumsel, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan semua pihak dan tidak bisa hanya bicara tentang Palembang saja tapi provinsi Sumsel.

“Sumsel ini punya 17 kabupaten dan kota, setiap kabupaten kota memiliki budaya dan adat dan karakter yang berbeda ini harus kita rangkul semua, syukur dengan keragaman budaya ini bisa menjadi besar dan menjadi kekayaan sehingga menjadi Sumsel lebih baik,” katanya.

Aufa mengaku akan melakukan kunjungan ke kabupaten kota di Sumsel untuk mencoba mengakomodir terutama budayawan setempat untuk mengangkat budaya daerah yang belum diangkat sehingga bisa dilestarikan.

“ Sedang sedang menyusun konsep untuk melestarikan budaya di Sumsel, ini butuh proses ,” katanya. (Morino)