Penyelenggara Pemilu Adhoc Bentuk Brigade Demokrasi Indonesia

Kemas Umar Jaya Negara, Diamanahi Sebagai Ketua Umum

MAKLUMATNEWS.com, PALEMBANG — Setelah berakhirnya masa jabatan penyelenggara Pemilu 2019 di tingkat kecamatan, kelurahan, dan TPS yang bersifat Adhoc, bukan berarti silaturahmi dan pengabdian juga berakhir. Agar perjuangan dan pengabdian ini terus berlanjut. Para alumni penyelenggara Pemilu 2019 pada tingkatan bawah, membentuk sebuah organisasi yang diberi nama Brigade Demokrasi Indonesia dengan sebutan Brigade DI. Para pengurus organisasi ini adalah para mantan penyelenggara Pemilu di Kota Palembang.

Ketua umum Brigade DI, Kemas Umar Jaya Negara dalam siaran persnya mengatakan, Brigade DI sendiri diinisiasi oleh Mat Mahir Panwaslu Kecamatan Jakabaring dan anggota panwaslu kecamatan lainnya, sebagai wadah silaturrahmi dan wadah Pembelajaran Demokrasi, dengan harapan pengetahuan yang didapat selama menjadi penyelenggara dapat terus di informasikan ke masyarakat melalui program – progtam kegiatan Brigade DI ke depan.

Sementara itu, terkait dengan permasalahan yang sedang di hadapi oleh Pihak KPU Kota Palembang, yang akan memasuki masa sidang, selaku mantan penyelenggara di tingkat bawah Brigade DI menilai bahwa proses dugaan tindak pidana pemilu yang saat ini sedang berproses tentunya telah melalui proses kajian terlebih dahulu di Gakumdu. Menurut Dedek, sapaan akrab Umar, Bawaslu tidak bekerja sendiri ada unsur pihak kepolisian dan kejaksaan, karna perkara ini sedang berproses Brigade DI mengajak semua komponen untuk mempercayakan penyelesaian kasus ini kepada pihak yg berwenang untuk bekerja sampai dengan di keluarkannya keputusan.

Senada dengan apa yang di sampaikan Ketua Umum Brigade DI Kemas Umar. Ketua Presedium pembentukan Brigade DI Mat Maher, berharap agar kejadian ini kedepan bisa menjadi pembelajaran bersama baik penyelenggara maupun masyarakat, karna Hak konstitusi dilindungi oleh undang-undang, maka dalam pelaksanaanya dibutuhkan pemahaman dan sosialisasi sampai dengan ke masyarakat bawah.

Menurut Kiyai Maher, suksesnya pelaksanaan pesta demokrasi akan terwujud jika penyelenggara dan masyarakat memahami betapa pentingnya hak suara yang di berikan saat pemilihan, dan ini juga menjadi salah satu program organisasi ini kedepan agar pemilu yang akan datang dapat lebih baik lagi dari sebelumnya. (rel).