PKS Tidak Akan Meminta Jatah Kursi Di Kabinet Jokowi – Makruf

Pilkada di Sumsel Tahun 2020 Sejumlah Partai Mulai Dekati PKS

MAKLUMATNEWS.com, PALEMBANG — Wakil Ketua Majelis Syuro DPP PKS Ustad Dr H M Hidayat Nurwahid MA memastikan kalau partainya bukan pendukung calon Presiden (Capres) 01, Joko Widodo-Ma’ruf Amin sehingga jika pemilihan presiden capres 02, Prabowo Subianto- Sandiaga Uno gagal , PKS tidak berminat jatah kursi capres 01.

“ Karenanya kita tidak minta kursi, posisi kita seperti majelis syuro putuskan yaitu kita dukung capres 02 (Prabowo-Sandi) tidak dukung 01 , berikutnya nanti diputuskan majelis syuro yang baru, karenanya , kami berharap agar kursi tersebut diberikan saja kepada partai-partai pendukung 01 karena merekapun mungkin kekurangan kursi ,” kata usai acara Halal Bi Halal dan Silaturahmi Tokoh PKS Sumsel, Sabtu (6/7) di ruang Sriwijaya Hotel Swarnadwipa, Palembang.

Turut hadir Wakil Ketua Majelis Syuro DPP PKS, Ustad Dr H M Hidayat Nurwahid MA , Ketua DPW PKS Sumsel Muhammad Toha Sag, Sekjen DPP PKS yang juga anggota DPR RI dari PKS Mustapa Kamal, Anggota DPR RI dari PKS M Iqbal Romzi dan pengurus dan jajaran DPW PKS Sumsel dan pengurus DPD PKS kabupaten kota di Sumsel, Caleg anggota DPR RI, DPRD Provinsi dan DPRD kabupaten kota terpilih.

Mengenai tawaran jabatan Menteri jika di tawarkan kepada dirinya pasca kemenangan pasangan Capres 01, Joko Widodo-Ma’ruf Amin menurut Hidayat Nurwahid menilai kalau Joko Widodo memiliki banyak pekerjaan yang perlu dikerjakan.

“ Sampai hari ini sikap politik PKS sebagaimana keputusan majelis syuro adalah bersama 02, itu artinya tidak dengan 01, kedepan tentu akan ada majelis syuro yang akan rapat kembali untuk memutuskan bagaimana keputusan akhir sikap PKS tapi yang jelas , kalaupun kami berada di luar kabinet juga hal yang biasa saja dan kami harus ingatkan bahwa dulu PDIP diluar kabinet dan tidak harus diposisikan sebagai musuh negara , tidak diposisikan sebagai menganggu negara, kita sudah sepakat dengan sistim demokrasi di Indonesia dengan Pancasilanya dengan UUDnya, apakah berada dalam kabinet atau diluar kabinet adalah konsekuensi dari pilihan politik ,” katanya.

Sehingga tidak perlu dihadirkan satu dikotomi seolah-olah kalau tidak masuk kabinet adalah musuh negara.

“ Saya tidak terlalu mendorong istilah rekonsiliasi seolah-olah kita ini sudah konflik , kita satu bangsa, buktinya pemilu aman dan damai saja , begitu juga MK bisa berjalan aman dan damai , kalau terjadi dinamika itulah demokrasi , itu biasa , jadi enggak perlu seolah-olah rekonsiliasi adalah menyelesaikan semua masalah , kalau tidak rekonsiliasi dunia akan kiamat,” katanya.

Sedangkan untuk pilkada di Sumsel tahun 2020 menurutnya kawan-kawan PKS akan bermusyarawah lagi dari 7 kabupaten di Sumsel yang akan menggelar pilkada di tahun 2020 berapa kader yang akan dimajukan dan siapa akan dimajukan.

“ Kami di PKS mengenal sistim bermusyawarah dan bottom up, kawan kawan akan bermusyawarah guna mengajukan pilihan baik tingkat kabupaten dan provinsi, kalau terkait kabupaten akan diberikan ke provinsi, “ katanya.

Dia mengaku mendapatkan informasi dari ketua DPD PKS Sumsel sudah sudah ada beberapa nama dan partai mendekati PKS.

“ Rekan –rekan media disini juga menyikapi dengan positip kegiatan-kegiatan PKS termasuk kemarin rekan kami mendapatkan penghargaan dari salah satu media di Sumsel, saya berharap itu menjadi penyemangat rekan-rekan di PKS untuk melaksanakan apa yang menjadi sangkaan baik rekan-rekan media, “ katanya.

Dan selama ini menurutnya PKS sudah sering diajak berkoalisi oleh partai lain .

“ Selama koalisi itu menghadirkan nilai-nilai kebajikan , tapi kalau kerjasama itu menghadirkan pelanggaran hukum dan menghadirkan dosa PKS mengingatkan agar itu tidak dilaksanakan,” katanya sembari berharap kalau koalisi dengan partai pendukung capres 02 bisa berlanjut hingga ke daerah dalam pilkada mendatang.

Sedangkan Ketua DPW PKS Sumsel Muhammad Toha Sag mengatakan, dari 17 kabupaten kota di Sumsel tahun lalu ada tiga kabupaten PKS tidak ada anggota DPRD.

“ Pemilu sekarang ketiga kabupaten itu mendapatkan anggota dewan terpilih sehingga semua kabupaten kota di Sumsel di 17 kabupaten kota , PKS tahun ini akan ada perwakilan PKS di DPRD kabupaten dan kota di Sumsel,” katanya.
Selain itu di pemilu kali ini, PKS mendapatkan penambahan jumlah anggota DPRD kabupaten kota di Sumsel yang dulu hanya 36 orang kini meningkat menjadi 48 orang atau meningkat 12 kursi.

Begitu juga DPRD Provinsi Sumsel PKS meraih lima kursi kini menjadi 7 kursi termasuk satu kursi yang akan disidang di Mahkamah Konstitusi (MK).

Untuk anggota DPR RI sebelum mengumuman KPU Sumsel berdasarkan data C1 PKS meraih dua kursi tapi setelah diputuskan KPU kabupaten kota, KPU Sumsel hingga KPU RI, PKS kehilangan satu kursi tapi setelah kasus ini di bawa ke Bawaslu RI , pengaduan PKS melalui tim advokasi diterima dan meminta kabupaten kota yang bersangkutan itu KPUD membuka kota dan menghitung ulang, mencocokkan data C1 setiap TPS yang ada tersebut.

“Dalam sepekan ini dan kemarin sudah selesai, setelah dicocokkan ternyata data tersebut sesuai dengan data C1 yang dipegang saksi PKS, Insya Allah data ini akan dibawa disetujui saksi-saksi partai lain ditetapkan KPUD di Empat Lawang dan Insya Allah dalam sepekan, dua pekan ini akan dibawa ke MK , dengan data ini PKS khususnya Sumsel II suara kursi PKS akan kembali menjadi PKS, sehingga kursi DPR RI kita tetap dua sebagaimana tahun sebelumnya ,” katanya sembari mengatakan hal berdasarkan upaya dan militansi tim advokasi PKS.

Selain itu di Sumsel akan menghadapi pilkada di 7 kabupaten kota di tahun 2020 dan prosesnya sedang berjalan.
“ Sudah ada tiga partai menghubungi kita untuk berpasangan dengan kader PKS, nanti hal-hal seperti ini akan dibicarakan di acara acara konsolidasi yang akan dilaksanakan siang nanti,” katanya.

Dia berharap caleg PKS terpilih jangan seperti pantun” Cuk Mak Ilang, Mak Ilang Cagak Batu” Sudah di Tusuk Dio Hilang , Idak Metu Metu,” Jangan sampai seperti itu ya, artinya setelah terpilih, harus turun ke masyarakat, jangan sampai tebar pesonanya menjelang pemilu setelah itu tidak muncul-muncul, “ katanya.

Dia mengucapkan terima kasih semua kader PKS yang telah berjuang dna mengorbankan materi, pikiran, dana dan sebagainya dan semoga itu menjadi amal di sisi Allah SWT dan untuk kebaikan PKS.

Reporter : Alqarni
Editor : Sandri Gawoh