Harga Kopi Murah, Kebutuhan Sekolah Anak Mahal Warga Pagaralam Menjerit

MAKLUMATNEWS.com, PAGARALAM — Penjualan alat tulis kantor (ATK) di Toko Cipta Karya dan Toko Naufal Kota Pagaralam, mengalami kenaikan menjelang tahun ajaran baru. Tidak tanggung-tanggung, penjualan ATK di kedua pusat penjualan ATK itu naik hingga 100 persen.

Pemilik toko Cipta Karya Arpian Barikah (33 tahun) mengatakan, permintaan ATK naik mulai awal Juli. Sementara puncaknya bisa jadi di hari – hari terakhir libur sekolah.

“Minggu-Minggu ini sudah sangat ramai, bisa jadi akan lebih ramai lagi menjelang masuk sekolah. ujarnya saat ditemui di tokonya, di pasar dempo pusat kota Pagaralam, Sabtu (6/7/2019).

Menurut Arpiah, sudah menjadi tradisi, penjualan ATK sangat ramai pada hari terakhir libur sekolah. Ia pun tidak tahu penyebabnya, namun diduga orangtua sengaja membelikan ATK untuk anak-anaknya pada hari terakhir libur agar ATK itu benar-benar baru saat masuk sekolah.

Adapun Buku tulis yang dijual perpack nya dimulai dari kisaran Rp25.000 sampai Rp 40.000 tergantung ketebalan dan merk buku. Lanjutnya

Pemilik Toko buku Naufal, Helmi (35 tahun) mengatakan, penjualan ATK di tokonya juga mengalami kenaikan. “Lumayanlah”, karena setiap tahun ajaran baru pasti ramai lagi juga ketika menjelang Agustusan (hari Kemerdekaan RI)

Adapun puncak penjualan, kata Helmi, biasanya terjadi tiga hari menjelang masuk sekolah. Pembeli rata-rata yang berasal dari Kota Pagaralam,dan kabupaten tetangga sepertiJarai, Pajar Bulan, Tanjung Sakti, Lintang dan sekitarnya. Tutupnya

Pantauan wartawan Maklumatnews.com dilapangan, selain perlengkapan alat tulis, toko seragam sekolah, tas ,dan sepatu juga ramai terlihat ramai.

Tapi keadaan ini sepenuhnya masih menjadi “suatu momok bagi masyarakat” Pagaralam dimana saat masuk tahun ajaran baru, seperti yang diketahui bahwa harga kopi dipasaran relatif masih rendah,tidak sebanding dengan kebutuhan yang semakin meningkat apalagi memasuki tahun ajaran baru.

Seperti dikatakan oleh Juan (40 tahun) salah seorang petani kopi yang juga saat ini harus mengeluarkan biaya lebih untuk belanja perlengkapan ke dua orang anaknya yang duduk dibangku sekolah menengah pertama dan sekolah dasar ,tapi meskipun harga kopi yang belum mengalami kenaikan, mau tidak mau tetap harus berbelanja kebutuhan sekolah.Ucapnya.

Reporter Robby Putra Bhakti