Hadiri Rakor Gubernur se-Sumatera, Herman Deru Gagas Sumatera Trading House, Imbangi Perekonomian Pulau Jawa

MAKLUMATNEWS.com, PALEMBANG — Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru mencetuskan ide dan usulan pembentukan kesekretariatan dalam mempercepat pembangunan di pulau Sumatera, ide tersebut diungkapkan dihadapan para gubernur se-Sumatera ketika menjadi pembicara dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Gubernur se-Sumatera yang digelar di Provinsi Bengkulu, Selasa (9/7) siang.

“Kita siap memberikan tempat Kesektariatan Gubernur se-Sumatera di Sumatera Selatan. Termasuk pembuatan Sumatera Trading House yang dapat kita jadikan sebagai tempat ekspose hasil komoditi dari seluruh Provinsi yang ada di pulau Sumatera. Ini kita berikan tidak lain sebagai salah satu dukungan pada Pemerintah Pusat yang saat ini tengah gencar membangun tol Trans Sumatera. Serta membuka pusat ekonomi baru di masing-masing kawasan yang dilintasi jalan tol,” ucap Herman Deru.

Menurut Herman Deru, pulau Sumatera dapat memberikan kontribusi yang banyak dalam menopang pertumbuhan pembangunan secara Nasional karena saat ini Sumatera baru berkontribusi sekitar 21 persen jika dibanding dengan pulau Jawa yang berada diposisi angka 58 persen. Karena itu dia mengajak para gubernur yang hadir di rakor tersebut untuk menyamakan persepsi di dalam pemanfaatan potensi yang ada di masing-masing daerah.

“Masing-masing kita harus fokus dalam pengelolaan potensi yang ada. Dan harus ada satu bentuk komunitas kuat sebagai wadah bagi kita mengkaji, mengembangkan dan mengeksplore potensi unggulan. Seperti yang pernah kita lakukan di Sumsel kita mempunyai pertambangan, perkebunan karet dan yang lain. kalau Bengkulu mungkin berbeda lagi,” tergas Herman Deru.

Herman Deru menegaskan, rakor yang digelar jangan hannya sebatas membahas wacana saja. Namun harus menghasilkan satu kerangka tujuan yang jelas sehingga pada akhirnya dapat memberikan dampak positif dalam menekan angka kemiskinan dimasing-masing provinsi di Sumatera.

“Saya ingin yang kita bicarakan bukan hanya wacana saja yang hannya bermutan ritual. Rakor ini harus menghasilan rekomendasi yang bermuara pada penurunan kemiskinan,” harapnya.

Adanya proyek pembangunan jalan tol Trans Sumatera lanjut Herman Deru, diharapkan akan membuka konektivitas antar daerah. Selain itu pesatnya teknologi informasi dewasa ini juga harus digunakan positif dalam menopang laju pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Terbukanya akses internet memungkinkan kita dapat berkomunikasi dengan cepat. Namun disisi lain menjadi tantangan bagi PT Post Indonesia dan alat komunikasi konvensional lainnya untuk berinovasi sebagaimana zaman Belanda, pulau Jawa sudah terkoneksi,” ungkapnya.

Sementara itu Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah, selaku tuan rumah Rakor menyebutkan, ada depalan program yang masuk dalam pembahasan selama rakor berlangsung yakni Tol Trans Sumatera, Pembangunan jalur kereta api Trans Sumatera, Konektifitas pulau-pulau di Sumatera, Konektifitas Pulau Sumatera dengan Pulau Jawa. Peningkatan pemanfaatan jalur pelayaran barat Pulau Sumatera, alternatif Selat Malaka, memperkuat tol laut, peningkatan konektifitas bandara udara, Hilirisasi produk unggulan Sumatera, mempercepat terbentuknya pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru melalui percepatan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang telah diusulkan ataupun yang akan diusulkan.

“Delapan program ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing dan kemajuan masing-masing provinsi di pulau Sumatera sehingga berkontribusi bagi kemajuan pembangunan nasional. Sedangkan untuk tema rakor kali ini “Peningkatan Peran Pulau Sumatera dalam Percepatan Pembangunan Ekonomi Nasional,” ucap Rohidin Mersyah.

Ditambahkan Rohidin Mersyah, selain Delapan program strategis tersebut, ada Sembilan komoditas yang menjadi fokus pengembangan industri hilir di pulau Sumatera, yaitu kopi, karet, kakao, kayu, aluminium, perikanan, sektor ternak, batu bara, dan kelapa sawit.

“Sumber daya alam tersebut dapat menjadi kontribusi perekonomian di pulau Sumatera sekaligus memacu perekonomian nasional,” katanya.

Adapun hasil Rakor tersebut dituangkan nota kesepahaman (MoU) Rafflesia, yang ditandai dengan penandatanganan oleh seluruh Gubernur se-Sumatera. Yang selanjutnya akan diusulkan untuk dibahas dalam rapat terbatas bersama Presiden.

Mereka yang hadir dalam Rakor di Bengkulu ini diantaranya Gubernur Sumsel H.Herman Deru, Plt Gubernur Aceh Ir Nova Iriansyah MT, Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit, Gubernur Lampung Arinal Djunaidi , Gubernur Jambi Fachrori Umar, dan Gubernur Riau Syamsuar. Selain itu hadir Staf menteri PPN atau Bappenas Bidang Pemerataan dan Kewilayahan Drs. Oktorialdi, Sekretaris Kementerian Perempuan dan Anak, Pribudiarta Nur Sitepu. Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) se-Sumatera, Ketua Bappeda se-Sumatera. (rel humas)