17 Agustusan Bersama“Telok Abang” Tanpa Telur  

MAKLUMATNEWS.com Telok Abang, Tradisi sambut dan meriahkan hari kemerdekaan 17 Agustus di kota Palembang, masih terus berlangsung, tetap eksis. Namun disayangkan, mainan anak-anak bernama Telok Abang ini, hanya tinggal nama saja, yang dijual para pedagang hanyalah mainannya saja, tanpa telur berwarna merah seperti dahulu kala.

Saat saat ini, menjelang 17 Agustus-an, penjualan Telok Abang sudah mulai ramai dan dapat dilihat di sepanjang Jalan Merdeka, khususnya di kawasan Kantor Walikota Palembang, Jerambah Karang, Jalan Temon dan sekitarnya.

Dan memang Telok Abang ini keluar hanya pada perayaan 17 Agustus-an di kota pempek ini. Telok Abang adalah mainan anak-anak yang terbuat dari bahan gabus yang dibentuk kapal-kapalan, pesawat terbang. Mainan itu tergantung dan diikat dengan tali seperti jaring ikan. Pada tiang tengah yang terbuat dari bambuli seperti yang ada di kapal-kapalan, disitulah diletakan telur merah atau telok abang yang sudah direbus. Oleh sebab itu, mainan ini dikenal dengan Telok Abang. Mainan itu sendiri diwarnai berbagai warna merah, putih dan dihiaasi juga bendera merah putih yang terbuat dari kertas minyak.

Dulu, telurnya itu adalah telur bebek, kemudian diganti telur ayam yang diberi warna merah dengan zat pewarna wanteks. “Tapi sekarang sudah tidak ada telok lagi,” ujar Mang Ujang yang berjualan di depan kantor Walikota Palembang ini.

Menurut dia, harga telur sudah mahal, tak kemungkinan orang tidak mau beli, sebab harganya juga bisa mahal. “Kalu sekarang rata-rata dijual Rp 20 ribu per buah, tergantung besar kecilnya,”ujar Mang Ujang yang sudah berjualan mainan tahunan ini sejak tahun 1995 lalu.

Meskipun tanpa telur lagi, penjualan Telok Abang ini tetap ada dan terus menyemarakkan hari kemerdekaan 17 Agustus, bahkan keberadaan penjualan Telok Abang ini menjadi simbol dan pertanda perayaan 17 Agustusan segera tiba. (*)

Editor : Aspani Yasland