Siswa SDIT Al-Furqon Potong 2 Ekor Sapi dan 3 Kambing di Hari Tasyrik

MAKLUMATNEWS.com – Di hari tasyrik atau di  hari kedua perayaan Idul Adha 1440 Hijriah, Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Al-Furqon, Palembang memotong 2 ekor sapi an 3 ekor kambing sebagai hewan kurban hasil infaq dan sadaqoh para siswa.

Pemotongan hewan kurban tersebut dilaksanakan, Senin, 12 Agustus 2019 pagi di halaman SDIT Al Furqon, Palembang, yang disaksikan siswa siswi, guru dan para orangtua.

Sapi yang sudah dipotong untuk segera dibagikan ke warga sekitar sekolah. Foto:Trijurmatini

Kepala Sekolah SDIT Al Furqon, Ustadz Zakiudin mengatakan kegiatan pemotongan hewan kurban di hari tasyrik ini, merupakan pembelajaran untuk para siswa akan pentingnya infaq dan sadaqah untuk kemaslahatan umat.

“Alhamdulillah, untuk tahun ini sendiri, total yang sudah kita kumpulkan sebanyak 61 Juta. Kita belikan dua ekor sapi dan tiga ekor kambing. Kemudian, dari wali murid kita juga ada yang berkurban tiga ekor kambing,” ujar Ustadz Zakiudin.

Pada kegiatan pembelajaran ini juga, pihak sekolah mengundang anak yatim mandiri, ustadz dan bunda serta civitas SIT Al-Furqon, murid dan wali yang sempat hadir untuk berbagi hasil dari pemotongan hewan kurban tersebut.

Anak-anak dan orangtua siswa ikut menyaksikan pemotongan hewan kurban. Foto:Trijumartini

 

“Insya Allah hari ini kita akan bagikan kurang lebih 450 kantong, kita upayakan setiap kantong berisi setengah kilogram daging khasnya dan ditambah hati, limpah, paru-paru, dan tulang. Insya Allah setiap masyarakat yang menerimanya nanti satu kantong berisi satu kilogram,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Ustadz Aswari mengatakan kegiatan bertujuan untuk pembelajaran bagi anak-anak bagaimana tanda bersyukurnya kepada Allah Subhanawata’ala.

“Kita ajarkan kepada anak-anak salah satu cara bersyukur yaitu berinfaq uang jajan mereka secara sukarela untuk dibelikan hewan kurban ini. Kita juga mengajarkan kepada anak-anak untuk menghidupkan ajaran sunnah Nabi seperti Nabi Ibrahim dan selanjutnya melepaskan sifat duniawi yang hanya sementara. Sebagai contoh Nabi Ibrahim, diberikan seorang anak dan anak merupakan titipan sementara kemudian ditantang Allah untuk dikurbankannya, ”kata Ustadz Aswari sembari menambhakan pihaknya juga mengajarkan kepada anak-anak untuk mrmberi manfaat terhadap sesama dan menjadi insan yang bersyukur.

“Jadi, sapi dan kambing yang mereka infaqkan akan kita berikan kepada anak-anak yatim dan orang kurang mampu disekitar lingkungan sekolah. Tidak hanya pembelajaran kurban yang didapatkan, tetapi kita ajarkan anak-anak untuk bersyukur atas rizki yang diberikan kepada mereka dan membantu orang-orang yang dibutuhkan di sekitar mereka,” tutupnya. (*)

Reporter : Trijumartini

Editor      : Aspani Yasland