Kapolda Irjen Pol Firli Khawatirkan Sumsel Jadi Sasaran Empuk Peredaran Narkoba

 

MAKLUMATNEWS.com – Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (Kapolda Sumsel)   Irjen. Pol. Firli sangat mengkhawatirkan makin meluasnya peredaran narkoba di daerah Sumsel akhir-akhir ini.

Kekhawatiran jenderal polisi bintang dua ini bukan tanpa alasan. Meluasnya peredaran narkoba yang merusak generasi penerus bangsa ini, ditandai dengan banyaknya penangkapan para tersangka pengedar dan Bandar narkoba yang menjadikan Sumsel sebagai daerah sasaran edar dan pusat edar untuk daerah lainnya.

Irjen Firli mengungkapkan, dirinya belum 100 hari menjabat sebagai orang nomor satu di Korps Bhayangkara Polda Sumsel ini,  sudah empat kali mengungkap kasus narkoba dengan barang bukti sabu sabu lebih dari tiga puluh kilogram serta ribuan butir pil ekstasi.

“Ini membuktikan bahwa peredaran narkoba di Sumsel sudah sangat memprihatinkan. Untuk melindungi segenap tumpah darah anak bangsa kita harus memotong mata rantai suplai narkoba yang akan masuk ke Sumsel,” jelas Firli,  Kamis, 15 Agustus 2019.

Kapolda Irjen.Pol Firli didampingi Direktur Reserse Narkoba Kombes Pol Farman mengkapkan kekhawatiranya ketika melakukan jumpa pers terhadap  penangkapan empat tersangka dengan barang bukti sabu seberat empat kilogram dan 5000 butir pil ekstasi di rumah makan Sri Melayu. Mereka yang ditangkap itu masing-masing Pandi Arpan, Suherman, Julian Efendi dan Adiansyah.

“Anggota kami berhasil mengungkap narkotika jenis sabu dari Pekanbaru Riau menggunaka sepeda motor yang akan diedarkan Sumsel,” ungkap Firli.

Kapolda mengemukakan, kejahatan narkoba merupakan kejahatan transnasional. Untuk polisi tidak pernah berhenti mengungkap dan menangkap pelaku. Termasuk mengungkap serta mengusut sumber hasil kekayaan para bandarnya dengan menerapkan undang undang tindak pidana pencucian uang (TPPU).

“Seperti kita ketahui bersama bahwa Polda Sumsel sudah menjerat bandar narkoba yang ditangkap dengan UU TPPU dengan menyita aset pelakunya mencapai puluhan miliar,” bebernya.(*)

Reporter : Deny Wahyudi

Editor      : Aspani Yasland

 

 

.