Dorong Sinerginitas Pembangunan Mura

MAKLUMATNEWS.com, MUARABELITI –Tiga Kabupaten masing-masing Kabupaten Klaten, Polewali Mandar dan Musi Rawas (Mura) mengikuti pertemuan Science Techno Park (STP),Focus Group Discussion (FGD) Pemanfaatan Hasil Litbang Batan pada Pertanian Terpadu (FGD PHLPT). Kegiatan tersebut dibuka Deputi Bidang Sains dan Aplikasi Teknologi Nuklir (SATN), Prof Dr Afrizon Umar MT, Senin (2/9/2019)
di Grace Ball Room Hotel Dewinda Lubuklinggau.

Kegiatan ini dihadiri Wakil Bupati Mura, Hj Suwarti, Kepala Bappeda Mura, dr Nanti Kasih, Asisten II Mura, H Syaipul Anwar Ibna, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan, Tohirin, ST. Narasumber kegiatan tersebut dari Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia (Kemenristekdikti RI) Ir Yani Sofyan MT, yang menyampaikan persentasi Maturitas Science Techno Park (STP) BATAN.

Wakil Bupati Mura, Hj Suwarti, mengatakan pertemuan ini sangatlah penting. Untuk bersama-sama memberikan pemikiran dalam upaya mendorong sinergitas kebijakan pembangunan di Kabupaten Mura dengan kebijakan Pembangunan Provinsi Sumatera Selatan, maupun dengan kebijakan pembangunan nasional sesuai amanat konstitusi yang tertuang dalam Pembukaan UUD 1945 alinea ke-IV serta Visi dan Misi Pembangunan Kabupaten Musi Rawas Tahun 2016-2021.

Dia menyampaikan, untuk diketahui bahwa Kabupaten Mura terdiri dari 14 Kecamatan, 186 Desa dan 13 Kelurahan dengan luas wilayah 635.717,15 Ha dengan Jumlah Penduduk 408.816 jiwa.

Visi kami adalah Mewujudkan Musi Rawas Sempurna tahun 2021. Sempurna merupakan akronim dari Sejahtera, Mandiri, Produktif, Unggul, Religius, Nyaman dan Aman.

Masih menurutnya guna mewujudkan visi tersebut kami mempunyai tujuh misi yaitu Memperbaiki kualitas Sumber Daya Manusia dan Infrastruktur, Menumbuh kembangkan Sistem dan Usaha Agribisnis dan Agro Industri Komoditi Unggulan, Mengembangkan Usaha Ekonomi Produktif masyarakat non petani, Meningkatkan Kemandirian dan Keberdayaan Masyarakat dalam Pembangunan Daerah dan Pengelolaan Sumber Daya Alam yang Ramah Lingkungan. Kemudian Meningkatkan Tata Kelola Pemerintahan yang Bersih, Berwibawa dan Pelayanan Prima; 6. Memantapkan Pembangunan Masyarakat yang Religius menuju Musi Rawas Darussalam dan terakhir Memastikan Kondisi Kabupaten Mura yang lebih Aman dan Nyaman untuk berinvestasi, Menarik dan Berkesan untuk dikunjungi.

“Kami merasa sangat bersyukur dengan terpilihnya Kabupaten Mura bekerjasama dengan pihak Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN),”jelasnya.

Dia menambahkan untuk mendukung program Pemerintah dalam rangka swasembada pangan, maka Pemerintah Kabupaten Musi Rawas pada tahun 2019 telah menetapkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2016 – 2021 target produksi padi 399.408 ton gabah kering di Tahun 2019 dan target produksi kedelai 3.634 ton biji kering.

Dijelaskannha tahun 2018 produksi padi di Mura sebesar 382.178 ton gabah kering giling (gkg). Dari produksi tersebut, Kabupaten Musi Rawas telah mencapai surplus beras sebesar 202.266 ton gkg. Sedangkan produksi kedelai di Kabupaten Mura sebesar 5.219 ton biji kering (BK) Dari produksi tersebut, Kabupaten Mura telah mencapai surplus kedelai sebesar 1.621 ton biji kering dari target 3.598 ton biji kering.

Lebih lanjut dia mengatakan Kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Mura dengan Batan juga telah dilakukan sejak tahun 2013 dalam rangka kegiatan Desiminasi Teknologi Pertanian yang dihasilkan oleh pihak Batan baik berupa benih padi maupun palawija.

“Kita berharap kerjasama akan tetap terus dilanjutkan dan ditingkatkan di masa yang akan datang,”pintanya.

Reporter :Wan Asri