Hebat Sangaji Meninggal Bukan Karena Ada Kekerasan Fisik Dari Seniornya

Dimakamkan Di Bekasi Tempat Kelahirannya

MAKKUMATNEWS. com,PALEMBANG –Kabar duka datang dari Mahasiswa Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang, Hebat Sangaji menghembuskan nafas terakhirnya pada hari Rabu (4/9/19) saat sedang mengikuti Pendidikan Dasar (Diksar) Resimen Mahasiswa (Menwa) di sembawa, Banyuasin. Kamis, (5/9/19).

Seperti yang dikatakan oleh Rina Antasari, selaku Wakil Rektor 3 UIN Raden Fatah Palembang, bahwa meninggalnya Hebat Sangaji tidak ada indikasi kekerasan fisik dari senior Menwa.

“Hebat Sangaji meninggal bukan karena adanya indikasi kekerasan fisik dari senior menwa,” ucapnya saat diwawancarai Kamis,” (5/9/19).

Sebelum menghembuskan nafas terakhirnya, Hebat Sangaji yang tengah mengikuti kegiatan tersebut merasa kelelahan dan meminta izin kepada pihak panitia untuk istirahat.

”Diksar yang baru dilakukan satu setengah hari, pada hari Sabtu 31 Agustus, mereka datang untuk pembukaan. Minggu pagi briefing belum acara inti, hari Senin baru full lari, push up, sit up,Senin sore dia merasa capek itu cerita kronologisnya,” ujarnya.

Lanjutnya, Aji sempat berbicara kepada ketua menwa Yogi bahwa merasa lelah dan diperintahkan untuk istirahat.

Ketika sedang beristirahat Hebat Sangaji berbicara ngelantur seperti mengigau dan menyebutkan nama bude-budenya, Kemudian Menwa berupaya mendatangkan orang pintar.

“Jadi dia itu mengigau, upaya dari menwa dalam keadaan sadar dipanggil istilahnya orang pintar, Hebat Sangaji diistirahatkan di barak,” Katanya.

Ketika orang sedang latihan si aji lari ke sungai, tersandung batu di bibir sungai, yang menyebabkan memar di bagian badan, muka, dan juga di bagian tangan terkena regis (rumput tajam).

Ia mengatakan bahwa meninggalnya Aji tidak diketahui jam berapa pastinya, pihak menwa membawa jenazah ke Rumah Sakit Umum Palembang, untuk memastikan kebenaran meninggalnya aji.

Kemudian pihak menwa segera menghubungi keluarga Hebat Sangaji, sesampainya keluarga Almarhum di Rumah Sakit pihak keluarga meminta dijelaskan kronologi yang sebenarnya.

Setelah mendengar cerita kronologi sebenarnya, akhirnya pihak keluarga dapat menerima dan mengikhlaskan kepergian Hebat Sangaji.

Setelah ba’da Subuh jenazah almarhum langsung dibawa ke kota kelahirannya di bekasi untuk dikebumikan.

Sampai saat ini, pihak menwa terkhusus ketua menwa, Yogi belum bisa dihubungi dikarenakan mengantar jenazah ke kampung halaman. Sedangkan Diksar yang dilakukan di banyuasin masih terus berlanjut.

Reporter : trijumartini