Pagar Makan Tanaman, Siswi SMP Disetubuhi Kakak Ipar Hingga Hamil 7 Bulan

MAKLUMATNEWS.com,MUARABELITI — Karena tergiur dengan kecantikan adik iparnya, Apri Suwarno (27) warga Desa Jambu Rejo, Kecamatan Sumber Harta, Kabupaten Musi Rawas (Mura) tega menyetubuhi siswi SMP insial SNA (15) yang masih adik iparnya sendiri. Mirisnya kelakuan bejat pelaku membuat korban hamil 7 bulan. Perbuatan tidak senonoh itu diketahui ibu korban, setelah korban mengeluhkan perut sakit. Perbuatan itu langsung dilaporkan Rusli (29) warga yang sama ke pihak berwajib. Dan tersangka langsung diamankan aparat, Jumat (5/9/2019).

Peristiwa tersebut terjadi sekitar awal Febuari 2019 di Desa Jambu Rejo, Kecamatan Sumber Harta, Kabupaten Mura. Saat itu korban sedang main kerumah korban dan kebetulan korban sudah sering menginap dirumah pelaku. Disaat istri dan anak pelaku sudah tidur pelaku mendatangi korban dan mengobrol dengan korban. Kemudian pelaku membujuk korban untuk melakukan perbuatan yang tak senonoh tersebut. Setelah perbuatan tersebut sudah dilakukan pelaku berkata kepada korban agar korban merahasiakan apa yang telah dilakukan pelaku dan perbuatan seperti ini sudah terjadi sebanyak dua kali.

Setelah kejadian tersebut tingkah laku korban mulai berubah dan korban sering mengeluhkan sakit pada bagian perutnya dan dilihat juga perut korban agak membesar dikarenakan khawatir dengan kondisi korban. Akhirnya ibu korban beserta kakak ipar korban membawa korban ke bidan setempat.

Begitu di cek di bidan, bidan tersebut mengatakan bahwa korban tengah hamil dan usia kandungan sudah memasuki bulan ke-7. Lalu pihak keluarga mencoba bertanya kepada korban siapa yang melakukan perbuatan tersebut. Namun korban hanya diam dan menangis ketika di tanya, akhirnya setelah ditanya dan dibujuk oleh pihak keluarga korban mengatakan bahwa yang melakukan perbuatan tersebut adalah pelaku yang merupakan kakak iparnya.

Kapolres Mura, AKBP Suhendro, S.IK melalui Kapolsek Terawas, Iptu Arpan, mengatakan berdasarkan keterangan yang telah di dapat dari korban. Akhirnya, Kamis (5/9/2019) pihak keluarga beserta pemerintah desa setempat memanggil pelaku ke tempat kades. Ditempat kades, awalnya pelaku tidak mengakui perbuatannya namun setelah didesak dan dipertemukan dengan korban, pelaku mengakui perbuatannya. Kemudian pelaku beserta saksi-saksi dan korban dibawa ke Polsek Bkl Ulu Terawas untuk dimintai keterangannya.

Reporter :Wan Asri