Baca dan Miliki Edisi Terbaru

MAKLUMATNEWS.com — Berkat rahmat dan ridho Allah Swt, Media Islam As SAJIDIN masih diberikan-Nya kekuatan lahir batin dan kemampuan untuk istiqomah, rutin terbit mengunjungi pembaca yang beriman sekalian. Kali ini adalah Edisi Terbaru  Bulan September 2019 atau Muharram 1441 H.

Kami sangat mengharapkan semoga penyajian informasi islam yang tersaji di dalam terbitan terbaru ini, bermanfaat dan para pembaca bisa memetik hikmahnya untuk lebih mendekatkan lagi dengan ketakwaan kepada Allah Swt. Baca dan milikilah untuk sama-sama berdakwah. Berikut petikan Berita Utama sesuai cover edisi kali ini. Selamat membaca !

Alhamdulillah, kita sudah memasuki tahun baru 1441 Hijriah. Namun pergantian tahun tersebut, tidak secara otomatis berganti pula beban hidup manusia, bahkan sebagian besar umat Islam justru semakin berat dalam menjalani kehidupan ini.

Memang Allah SWT  tak akan pernah memberikan cobaan atau ujian di luar batas kemampuan hamba-Nya. Tuhan juga tak memberikan cobaan atau ujian jika cobaan serta ujian tersebut tak ada penyelesaiannya, begitulah Sang Maha Adil mengatur beban hidup manusia.

Namun demikian kenyataan yang seringkali ditemui adalah makin beratnya beban hidup umat Islam dalam memenuhi berbagai kebutuhan hidupnya. Harga-harga bahan kebutuhan pokok saja, tidak bisa dibendung. Cabe, bawang putih, beras, minyak goreng misalnya makin tidak terjangkau untuk mendapatkannya.

Sementara itu, kebutuhan anak-anak sekolah juga tidak selaras dengan pendapatan umat islam yang umumnya masih berpanghasilan rendah. Belum lagi mahalnya biasa pengobatan. Pokoknya beban hidup kian berat.

Selama ini kita sering mendengar celotehan bahwa “orang miskin tidak boleh sakit”. Ini juga yang makin memberatkan beban hidup. Di tahun baru 1441 H ini, pemerintah tiba-tiba berencana menaikan iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) tersebut mencapai 100 persen atau dua kali lipat pada 1 Januari 2020 mendatang.

Kebijakan di dunia kesehatan ini jelas  memberatkan sebagian peserta dan berencana turun kelas. Pemerintah mengusulkan iuran untuk kelas I menjadi Rp 160.000 per bulan per jiwa, kelas II menjadi Rp 110.000 per bulan per jiwa, dan kelas III menjadi Rp 42.000 per bulan per jiwa. Sedangkan Peserta Bantuan Iuran (PBI) pusat dan daerah diusulkan menjadi Rp 42.000 dari Rp 23.000 per bulan per jiwa.

Kepala BPJS Kesehatan Kantor Cabang Palembang, Ichwansyah Gani mengatakan, rencana kenaikan hingga dua kalipat ini hingga sekarang pihaknya belum mendapatkan rilis resmi dari pusat.

“Resminya kita belum dapat, penerapannya di Palembang masih menunggu Perpres (Peraturan Presiden),” katanya, Selasa, 3 September 2019.

Ichwansyah mengatakan, sejauh ini masyarakat Kota Palembang yang sudah menjadi peserta BPJS Kesehatan sekitar 1,5 juta dan sebagian besarnya adalah mereka yang berada di kelas III baik mandiri ataupun Peserta Bantuan Iuran (PBI).

Ichwansyah tidak memungkiri jika dengan naiknya iuran BPJS ini mengakibatkan turun kelasnya peserta. Bahkan, saat ini saja sudah ada peserta yang turun kelas meskipun tidak signifikan.

“Sebagian besarnya mereka berada di kelas III. Untuk mereka yang merasa keberatan dengan rencana kenaikan itu, sekarang pun sudah ada yang turun kelas, tapi bukan berarti kita menganjurkan,” jelasnya.

Menanggapi hal ini banyak peserta mandiri JKN merasakan sangat keberatan atas rencana kenaikan tersebut.

Seorang warga Palembang ini, Ahmad Sutomo mengatakan, ia keberatan jika kenaikan iuran ini benar-benar terealisasi. Setiap bulannya ia membayar iuran BPJS Kesehatan untuk kelas I sebesar Rp80 ribu untuk empat orang.

“Kami sekeluarga empat orang, biasanya membayar perbulan Rp3OVER 20 ribu. Artinya kalau naik saya harus bayar dua kali lipat Rp640 ribu, ini cukup memberatkan dan mau tidak mau kami harus turun kelas,” ujarnya.

Meringankan beban hidup memang upaya setiap orang, namun terkadang penyebab beratnya bena hidup itu lantaran adanya kebijakan pemerintah yang kurang memerhatikan kemampuan rakyat. Oleh sebab itu, adanya kebijakan Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda yang melarang pihak sekolah melakukan segala bentuk pungutan liar bagai orang tua siswa, termasuk melarang pakaian seragam yang sekolah yang berlebihan seperti jas dan rompi yang terkesan mewah.

Bagi umat Islam tentu, beban hidup yang kian berat tidak membuat putus asa, sebab Allah SWT sendiri akan memberikan jalan keluar, bahkan untuk meringankan  beban hidup tersebut ada doa yang perlu dipanjatkan terus, sebagaimana terkandung dalam Surat Al Baqarah ayat 286.

“Rabbanaa laa tu’aakhidznaa in nasiinaa au akhtha’naa. Rabbanaa wa laa tahmil ‘alainaa ishran kamaa hamaltahuu ‘alaa alladziina min qablina. Rabbanaa wa laa tuhammilnaa maa laa thaa qatalanaa bihi. Wa’fu’annaa, waghfirlanaa, warhamnaa, anta maulaanaa fanshurnaa ‘alaa al-qaumi al-kaafiriin.”

Artinya: Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami melakukan kesalahan. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat, sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kamu, ampunilah kami dan rahmatilah kami. Engkaulah pelindung kami, maka tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir. []Aspani Yasland