Imunisasi Difteri Kembali Dilakukan, Catat Jadwalnya

MAKLUMATNEWS.com,PALEMBANG –Besarnya manfaat vaksin Tetanus Difteri (TD) dan Difteri Tetanus (DT), meskipun sebelumnya sempat menuai kontro versi, November ini menjadi bulan imunisasi anak sekolah yang kembali akan dilakukan Dinas Kesehatan Kota Palembang.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palembang, dr Letizia mengatakan, setelah imunisasi campak di Agustus, program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) akan kembali dilanjutkan pada November mendatang untuk jenis imunisasi Tetanus dan Difteri. Imunisasi ini sasarannya untuk SD kelas 1, 2 dan 5 atau usia 7, 8 dan 11 tahun.

“Vaksinnya DT untuk kelas 1 dan TD untuk kelas 2 dan 5. Jadi satu kali suntik untuk mencegah penyakit Difteri dan Tetanus, karena itu untuk November sasaran imunisasinya lebih banyak,” katanya.

Imunisasi DT adalah imunisasi yang diberikan untuk mencegah beberapa penyakit infeksi seperti difteri, tetanus, dan batuk rejan (pertusis). Sedangkan imunisasi TD merupakan imunisasi lanjutan dari imunisasi DT agar anak semakin kebal dengan ketiga penyakit infeksi tersebut.

“Kedua vaksin ini sebenarnya memiliki fungsi yang sama, yaitu mencegah terjadinya penyakit infeksi difteri, tetanus. Intinya untuk menjaga kekebalan tubuh anak dari penyakit menular,” katanya.

Menurutnya, pihaknya mengupayakan agar 95 persen anak mendapatkan imunisasi ini. Seperti sebelumnya pihaknya melakukan imunisasi campak. Dari target 27.734 anak divaksinasi campak yang ikut imunisasi atau disuntik hanya 23.663 anak.

“Capaiannya sekitar 85.32 persen dari sasaran yang ada. Padahal seharusnya minimal pencapaian cakupan imunisasi ini 98 persen,” kata Kepala Bidang P2P, Fauziah.

Menurut Fauziah, beberapa alasan belum tercapainya cakupan seperti memang sisa ada yang laporan dari puskesmas belum selesai, kemudian Ada yang ortu anak menolak dan Anak yang belum disuntik karena sakit, atau vaksinasin di faskes lain (RS) hingga menolak vaksinasi karena belum memahami manfaat vaksin dan akibat yang ditimbulkan jika tidak divaksin.

“Masih belum 100 persen atau tercapainya target cakupan imunisasi ini, dipengaruhi banyak faktor, diantaranya itu. Orang tua menolak juga jadi salah satunya,” katanya.

Reporter :Kamayel Ar-Razi