Tidak Sempat Bergosip, Kaum Ibu Fokus Urusi Sorga dan Toga Untuk Income Keluarga…

MAKLUMATNEWS.com, PRABUMULIH — Bola mata mendadak berbinar dengan pemandangan yang disajikan di kebun berukuran 2500 meter persegi milik Kelompok Wanita Tani (KWT) Karya Lestari yang terletak di Dusun III Desa Karya Mulia Kecamatan Rambang Kapak Tengah Kota Prabumulih Provinsi Sumsel ini. Hamparan beragam tanaman yang menghijau membuat suasana hati menjadi bahagia di Selasa (2/10) siang yang terik.

Ketua KWT Karya Lestari Maryanah (63) yang karib dipanggil Mbah Yoto

Terlihat jejeran Sayuran Organik Keluarga (Sorga) yang ditanam rapih, tak hanya itu beragam Tanaman Obat Keluarga (Toga) juga tersusun apik, makin membuat desa ini terlihat ciamik di kawasan pertanian dan toga organik (pertaganik)

Ada beragam tanaman sayur-mayur berupa kangkung, terong, cabai, kacang panjang, bayam, timun dan sebagainya yang terlihat berjejer, tak hanya itu tanaman obat-obatan juga tersusun rapih di polyback dan sebagian lagi didalam tanah seperti jahe merah, lengkuas, rosella, kunyit, kumis kucing dan lain-lainnya. Bahkan terlihat papan yang terbuat dari triplekpun tertancap rapih diatas tanaman hijau yang bertuliskan “Mau Langsing Minum Saya”, “Mau Cantik dan Awet Muda Bawalah Diriku” dan “Selamat Datang di KWT Karya Lestari” sebagai pertanda sambutan bagi para tamu.

Puluhan ibu-ibu yang berkaos hijau, kuning dan bertopi caping, terlihat sumringah dan bersemangat saat menyambut rombongan jurnalis yang tergabung dalam Forum Jurnalis Migas Sumatera Selatan (FJM Sumsel) dalam kegiatan media field trip dan pembukaan media kompetisi yang diselenggarakan SKK Migas-Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) wilayah Sumsel dan FJM Sumsel.

Ketua Pendamping Kegiatan CSR PT Pertamina EP Aset 2 Limau Dadan Sudarti.

Kebun organik ini lahir bukan tanpa sebab, kelompok kaum ibu yang cerdas ini berkeinginan untuk menambah penghasilan atau income bagi keluarganya. Biaya sekolah yang tinggi membuat kaum hawa putar otak membantu sang suami menghidupi anak-anak mereka

“ya namanya bertani ada juga pasang surutnya, terutama musim kemarau. Karet sama sawit hasilnya sedikit, banyak juga yang terbakar karena api yang tiba-tiba muncul dari lahan gambut. Selain itu harga komiditi ini juga tidak bisa diandalkan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Karena pemikiran inilah kami berkeinginan bagaimana caranya menambah penghasilan atau income bagi keluarga. Agar anak-anak bisa bersekolah tinggi, mendapatkan masa depan yang lebih baik,”kata Ketua KWT Karya Lestari Maryanah (63) yang karib dipanggil Mbah Yoto kepada jurnalis maklumatnews.com.

Kebun KWT Karya Maju di Desa Karya Mulia

Menurut ibu 4 orang anak ini, tidaklah mudah baginya membentuk kelompok beranggotakan 10orang tersebut, namun berkat kesabaran yang gigih dan pertolongan dari PT Pertamina EP Aset 2 Limau, akhirnya kelompok ini menjadi salah satu aset unggul di desa, Kota Prabumulih bahkan kerap mewakili Sumsel untuk melakukan lomba penanaman toga di tingkat nasional.

“Alhamdulillah pembinaan yang dilakukan PT Pertamina EP Aset 2 Limau sudah sejak 4tahun lalu sangat berarti bagi kami. Mereka mendatangkan tutor hebat yang mengajari kami dari awal bercocok tanam yang baik, bagaimana cara melakukan pertanian organik ramah lingkungan dan berkelanjutan, bagaimana membuat kompos, membuat pupuk organik cair dari kotoran hewan dan sampah buah-buahan serta sayuran, bahkan sampai menerangkan soal ekologi tanah. Jadi ya tidak sempatlah bergosip, apa juga yang mau digosipkan? Kaum ibu disini fokus mengurusi sorga dan toga di kawasan pertaganik untuk menambah income keluarga,”kata Mbah Yoto yang sudah dikaruniai 6orang cucu ini.

Kebun KWT Karya Lestari di Dusun III Desa Karya Mulia Kecamatan Rambang Kapak Tengah Kota Prabumulih Provinsi Sumsel

Menurutnya, dibutuhkan modal awal Rp3jutaan untuk menanam beberapa jenis bibit sayuran dan tanaman obat-obatan, membeli selang air untuk mengairi tanaman serta membuat pagar keliling dari kayu, dengan tujuan agar tanaman terlindungi dari serangan hewan ternak seperti kambing, sapi dan kerbau. Tanaman sayuran yang dipilih adalah kangkung, bayam dan kacang panjang yang tidak membutuhkan perawatan panjang dan biaya tinggi, sementara untuk tanaman obat-obatan seperti jahe, kunyit, kencur dan lengkuas. Seiring perkembangan zaman, jumlah permodalan dan keuntunganpun meningkat

“Alhamdulillah setiap minggunya kami bisa panen 100kg beragam jenis sayur-sayuran, dijual dengan harga Rp8ribu-Rp12ribu/kg, kecuali cabai kita jual sampai Rp40ribu/kg. Tak hanya itu kami juga jual obat-obatan tradisional seperti ramuan obat darah tinggi yang sudah mendapatkan rekomendasi Dinkes Prabumulih senilai Rp20ribu/bungkus, ramuan obat asam urat dan kolesterol Rp15ribu/bungkus, ramuan obat masuk angin Rp10ribu/bungkus, semuanya kita dapatkan dari kebun KWT Karya Lestari. Tak hanya mengandalkan hasil pertanian dari kelompok, kaum ibu juga menanam sayur dan tanaman obat-obatan di rumah masing-masing. Untuk pemasaran biasanya dijual ke pasar atau ada yang mengambil langsung di kebun. Kalau dihitung-hitung setiap orang bisa berpenghasilan diatas Rp200ribu/minggu,”jelasnya.

Bahkan khusus rosella menurut istri pensiunan ABRI ini, tak hanya diolah menjadi sirup, berbagai bagian tanaman ini juga digunakan untuk membuat rempah-rempah dan sup. Bunganya juga kerap digunakan untuk obat. Dalam produk makanan dan minuman, bunga rosella digunakan sebagai penyedap rasa. Bunga ini juga digunakan untuk memperbaiki bau dan rasa.  

“Rosella juga banyak manfaatnya mengobati demam, hipertensi, jantung, saraf, iritasi lambung dan sebagainya. Alhamdulillah sambutan sirup rosella yang kami buat hari ini sangat baik, Wakil Walikota Prabumulih Ardiansyah Fikri turut serta meminum sirup rosella yang dicampur selasih dan es batu bersama pejabat Pertamina dan SKK Migas serta jurnalis. Bahkan produk unggulan kami seperti sirup rosella serta beragam ramuan obat-obatan tradisional serta jamu juga sering diikutsertakan dalam kegiatan pameran yang diselenggarakan oleh PT Pertamina EP Aset 2 Limau maupun Pemko Prabumulih,”ujar perempuan berhijab ini

Saat ditanya sampai kapan akan memimpin KWT Karya Lestari, dirinya mengatakan selama masih diberikan kepercayaan, kesehatan, umur panjang dan kebaikan dari Allah SWT, istri dari Yoto ini tetap akan berkarya membantu warga khususnya kaum perempuan untuk menambah penghasilan. Ia juga sangat berterimakasih dan berharap kepada PT Pertamina EP Aset 2 Limau bersama Pemko Prabumulih terus memberikan bantuan dan pendampingan hingga kelompok KWT di desanya bisa mandiri.

Ketua Kelompok KWT Karya Maju Nyoman mengaku sangat bersyukur atas bantuan yang diberikan pertamina, pasalnya dengan adanya bimbingan dan bantuan pihaknya dapat meningkatkan pendapatan bagi kaum perempuan.

Kebun KWT Karya Lestari di Dusun III Desa Karya Mulia Kecamatan Rambang Kapak Tengah Kota Prabumulih Provinsi Sumsel

Ketua Pendamping Kegiatan CSR PT Pertamina EP Aset 2 Limau Dadan Sudarti membenarkan jika pendapatan anggota kelompok yang dibimbingnya diatas Rp200ribu/minggu, belum termasuk pendapatan ikut serta pameran yang diselenggarakan pihak Pertamina, Pemkot Prabumulih, bahkan KWT Karya Lestari sudah beberapa kali mewakili Sumsel ke tingkat nasional dalam lomba penanaman toga.

Dijelaskannya bantuan yang diberikan oleh pihak terkait sangat bermanfaat untuk meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan warga desa. Menurutnya ada 7 kelompok yang dilakukan pembinaan oleh Pertamina antaranya KWT Karya Lestari, KWT Karya Maju, KWT Turi Putih, KWT Kawan Bersama, KWT Tempuyung dan sebagainya.

Wagub Sumsel Mawardi Yahya

“Yang jadi langganan untuk ikut serta pameran KWT Karya Lestari, karena produk yang dihasilkannya dalam kawasan pertaganik. Keunggulan kegiatan organik adalah sayur dan obat-obatan yang dihasilkan sehat dan ramah lingkungan, efisiensi dalam penggunaan biaya, potensi sekitar lingkungan dimanfaatkan guna mendukung produktifitas hasil, mendukung pemakaian kompos dari bahan sekitar, penggunaan pupuk cair dan sebagainya,”kata pria berbadan tegap ini

Limau Legal and Relations Asisten Manager PT Pertamina EP Aset 2 Prabumulih Field Fredrick Roma P mengatakan apa yang dilakukan pihak pertamina adalah sebagai upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, “ini salah satu bentuk CSR kami, agar dapat dimanfaatkan dengan baik. Mudah-mudahan kegiatan pendampingan dan bantuan ini kedepan terus dapat ditingkatkan sehingga bisa berdayaguna bagi masyarakat, “ujarnya

Kebun KWT Karya Maju di Desa Karya Mulia

Sementara Wawako Prabumulih Ardiansyah Fikri didampingi Ketua TP PKK Prabumulih Hj Suryanti Ngesti Rahayu Ridho Yahya mengatakan sangat mengapresiasi program pertamina tersebut, bahkan dirinya sangat mendukung dan meresmikan secara langsung kawasan pertaganik PT Pertamina EP Aset 2 Limau

“Pemko Prabumulih menyambut baik dan menyiapkan Desa Karya Mulia sebagai percontohan kawasan pertaganik. Kami sangat berharap warga desa dapat memanfaatkan lahannya sebaik mungkin untuk menambah nilai ekonomis yang berdampak pada peningkatan pendapatan dan kesejahteraan,”harapnya

Kepala Perwakilan SKK Migas Wilayah Sumbagsel Adiyanto Agus Handoyo didampingi Menejer Senior Hubungan Masyarakat SKK Migas Wilayah Sumbagsel Andi Arie Pangeran (AAP) mengucapkan terimakasih atas apresiasi 70 orang jurnalis dari berbagai media cetak, radio, dan online dalam mengikuti kegiatan media field trip dan pembukaan media kompetisi yang diselenggarakan SKK Migas-Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) wilayah Sumsel dan FJM Sumsel

Kebun KWT Karya Lestari di Dusun III Desa Karya Mulia Kecamatan Rambang Kapak Tengah Kota Prabumulih Provinsi Sumsel

Dikatakan pria berkacamata ini, kegiatan tersebut dapat menimbulkan keakraban dan keeratan serta komunikasi yang baik. Kegiatan dilaksanakan di dua wilayah yang dibagi dalam dua kelompok jurnalis, antaranya ke Desa Karya Mulia Kecamatan Rambang Kapak Tengah Kota Prabumulih yang merupakan binaan dari PT Pertamina EP Asset 2 di Limau dan Desa Gajah Mati Kecamatan Babat Supat Kabupaten Muba yang merupakan binaan dari PT Medco E & P Indonesia di Rimau/ Kaji

“Kita berharap dengan kegiatan field trip dan pembukaan media kompetisi bisa membawa teman-teman media untuk bisa langsung melihat bagaimana KKKS wilayah Sumsel sebagai operator di wilayah kerjasama, bertanggung jawab terhadap pengembangan program pemberdayaan, yang berujung pada peningkatan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat,” katanya

Wawako Prabumulih Ardiansyah Fikri didampingi Ketua TP PKK Prabumulih Hj Suryanti Ngesti Rahayu Ridho Yahya bersama pihak PT Pertamina EP Aset 2 Limau dan SKK Migas serta jurnalis minum produk unggullan sirup rosella

Ketua PWI Sumsel sekaligus Sekretaris Forum Jurnalistik Migas (FJM) Sumsel H Firdaus Komar sangat menyambut baik kegiatan media field trip dan pembukaan media kompetisi yang diselenggarakan SKK Migas-Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) wilayah Sumsel dan FJM Sumsel. Disebutkan Firdaus, selama ini antara FJM dan SKK Migas telah terjalin kerjasama yang baik. Dengan adanya kegiatan field trip ini apa yang telah dilakukan terkait program pemberdayaan masyarakat, dapat terakomodir dengan baik. “Sangat antusias kegiatan FJM Sumsel ini karena bagus dan perlu ditingkatkan. Selain itu kita mendapatkan edukasi, kita juga terjun langsung melihat program apa yang dilakukan pihak terkait kepada masyarakat, untuk meningkatkan kesejahteraan,”ujarnya.

Ketua PWI Sumsel sekaligus Sekretaris Forum Jurnalistik Migas (FJM) Sumsel H Firdaus Komar berfoto bersama jurnalis anggota FJM dan anggota KWT Desa Karya Mulia

Wagub Sumsel H Mawardi Yahya mengacung jempol atas kegiatan kegiatan media field trip dan pembukaan media kompetisi yang diselenggarakan SKK Migas-Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) wilayah Sumsel dan FJM Sumsel, “Alhamdulillah kepada pihak terkait sudah melaksanakan kegiatan yang bermanfaat ini, kita berikan ancungan jempol. Diharapkan CSR ini dapat berguna bagi warga dan KWT desa binaan, kegiatan ini patut dicontoh untuk makin mendukung program kerja pemerintah daerah dan Pemprov Sumsel untuk meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat,”harapnya.

Reporter : Henny Primasari