Fransiscus: Jurnalis Tidak Cukup Hanya Mengandalkan Insting, Harus Cakap Menganalisis Data!

Puluhan Jurnalis Ikuti Kegiatan Media Gathering SKK Migas

MAKLUMATNEWS.com,BANDAR LAMPUNG –Puluhan jurnalis baik cetak, online mampu elektronik se-Sumbagsel mengikuti kegiatan Media Gathering dan Pengumuman Media Kompetisi SKK Migas-KKKS Wilayah Sumsel Bersama Forum Jurnalis Migas, Kamis (17/10) di SwissBelHotel Lampung.

Kepala Bagian Riset dan Data The Jakarta Post Fransiscus Surdiasis mengatakan liputan di sektor migas tidak banyak jadi minat banyak jurnalis, sangat susah menempatkan berita sektor migas dibagian halaman depan koran atau media lainnya. Apalagi di sektor hulu dan hilir memiliki banyak istilah. Banyak tantangan bagi jurnalis tentang isu yang menyoal kemigasan.

Menurutnya para jurnalis harus terlebih dahulu memahami kualitas pemberitaan di sektor migas agar menarik menjadi topik liputan.

“FJM diharapkan sebagai wadah yang memfasilitasi jurnalis untuk memahami sektor migas. Sektor ini tidak gampang difahami, jadi harus belajar lebih baik. Bagaimana kita harus membuat berita mengenai migas yang banyak istilah teknik ataupun asingnya, menjadi berita sederhana yang mengetahui duduk persoalannya dan mudah difahami masyarakat, “ujarnya

Ditambahkannya agar dapat menulis dengan baik, para jurnalis harus memiliki pengetahuan yang cukup untuk melihat objek penelitian, meningkatkan kecakapan dirinya, mengolah data yang dimiliki menjadi berita yang menarik

“jadi jurnalisme harus dikerjakan dengan data, sehingga hasil tulisan lebih kaya data. 3 alasan mengapa jurnalis harus makin jeli dan memiliki data yang banyak untuk menulis berita, antaranya karena kehidupan yang makin kompleks, pemberitaan harus unik, profesi ini melewati banyak kritik. Jadi saat ini insting jurnalis untuk membuat berita tidaklah cukup harus ditambah dengan kecakapan menganalisa data, “jelasnya kemarin

Menejer Senior Hubungan Masyarakat SKK Migas Wilayah Sumbagsel Andi Arie Pangeran (AAP) mengucapkan syukur kegiatan dapat berjalan lancar, iapun berharap media gathering tersebut dapat makin meningkatkan pengetahuan para jurnalis soal migas dan bagaimana meningkatkan kecakapan soal pemberitaan di sektor tersebut. “Kita juga berharap FJM yang dibentuk sejak 2014 agar tetap solid, karena tujuan organisasi ini untuk memperlancar membuka sekat komunikasi dari dan ke SKK Migas dan FJM,”katanya.

Turut hadir Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS) Wilayah Sumsel seperti PT Pertamina EP yang diwakili Atika, PT Medco diwakili Sari, PT Seleraya Belida diwakili Irfan.

REPORTER : Henny