Muratara Sudah Kuning Penggunaan Narkoba, Hati – hati Menuju Merah

MAKLUMATNEWS.com, MURATARA — Kepala BNN Provinsi Sumsel, John Turman Panjaitan, menegaskan bahwa salah satu keberhasilan BNK yakni banyaknya masyarakat atau orang tua yang datang konsultasi. Untuk menginformasikan lantaran adanya penggunaan narkoba sehingga perlu dilakukan rehabilitasi.

Nah untuk Kabupaten Muratara sendiri sudah masuk kategori Green ke kuning. Artinya hati-hati lewat dikit merah sama seperti Kota Palembang.

“Saya janji kalau Muratorium BNN maka kita diprioritaskan BNK Muratara dan BNK Lahat untuk dijadikan BNN,”ujarnya saat pengukuhan Ketua dan Satuan Tugas BNK Muratara, beberapa waktu lalu.

Dia juga menyambut baik dan mendukung upaya Bupati dalam pencegahan narkoba. Sebagaimana tertuang dalam visi Pemkab Muratara.

“Kami juga salut kepada bapak Bupati. Yang sudah menghimbahkan lahan untuk kantor BNN,”jelasnya.

Dia menjelaskan dalam hal kepengurusan BNK Muratara, sebagaimana data sudah lengkap, termasuk dari unsur kesehatan.

Menurutnya dalam hal sosialisasi, di Kabupaten Muratara dinilai sudah baik, bisa dikatakan sudah mencapai 60 persen.

Untuk itu dia mengintruksikan tugas untuk BNK Muratara yakni melakukan
Sosialisasi khususnya di sekolah-sekolah baik melalui spanduk, maupun kunjungan langsung. Selanjutnya membuka layanan pengaduan atau konsultasi bagi masyarakat umum.

Sementara itu Bupati Muratara, Drs HM Syarif Hidayat mengungkapkan keyakinannya akan terbentuknya BNK. Mengingat kondisi peredaran narkoba sudah memprihatinkan, dimana sudah sampai ke pelosok desa-desa.

“Kita sangat serius mencegah dan memberantas penyalahgunaan narkoba, apalagi sekarang sudah ke pelosok desa,” Katanya

Sebagaimana misi kepemimpinan mereka, lanjutnya perang terhadap narkoba ini sudah dituangkan dalam salah satu misi mereka yakni, Mewujudkan Muratara bebas narkoba.

Dia menambahkan untuk perkantoran BNN kedepan, Pemkab Muratara telah menyiapkan lahan seluas 1 hektar, begitu juga untuk operasional sudah dianggarkan di Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol).

Reporter : Wan Asri