Banyak Kisah Mengharukan di Buku “Wartawan Hebat Sumsel 789”

 

MAKLUMATNEWS.com – Untuk pertama kalinya, kalangan wartawan di Sumatera Selatan (Sumsel) menerbitkan buku yang sangat fenomenal. Buku itu berjudul “Wartawan Hebat Sumsel Era 789”, yang diluncurkan pada acara yang juga untuk pertama kalinya diselenggarakan, Reuni Akbar Wartawan Senior yang pernah bertugas di wilayah Sumsel dan Bangka Belitung di era tahun 1970,1980 dan 1990-an yang disingkat 789, di Griya Agung, Palembang, Kamis, 21 November 2019.

Buku “Wartawan Hebat Sumsel 789” cukup fenomenal, kenapa? Karena didalamnya berisi berbagai kisah dan cerita serta profil ratusan wartawan senior yang mungkin selama ini belum pernah terungkap di publik. Kemudian untuk mengumpulkan naskah dari ratusan wartawan yang kini sudah tersebar di belahan nusantara dan sudah berkiprah di luar profesi jurnalistik, tidaklah mudah seperti membalikan telapak tangan. Yang namanya wartawan tentu sudah dapat dimaklumi bagaimana wataknya, yang “tak mudah diatur”, sehingga memerlukan “effort” yang maksimal untuk menggugah mereka agar mau dan rela menuliskan kembali kisah-kisah yang pernah dialami selama bertugas menjadi kuli tinta di Bumi Sriwijaya ini. Fenomenal lainnya, buku hanya dituntaskan dalam waktu tidak lebih dari dua bulan, luar biasa.

 

Ketua Tim Editor Buku “Wartawan Hebat Sumsel 789”, H. Syahril Fauzi mengungkapkan, setelah mengedit ratusan naskah dan profil rekan-rekan wartawan, dirinya mengakui bahwa hanya idealisme dan keterpanggilan membuat seseorang juru berita bertahan dengan pekerjaan ini.

Menurut mantan Redaktur Sumatera Ekspress ini, wartawan adalah sebuah profesi yang memiliki resiko amat tinggi. Intimidasi berikut ancaman kekerasan, merupakan pokok alur yang kerap mewarnai perjalanan para wartawan dalam melaksanakan tugas-tugasnya.

 

Diungkapkan mantan Wartawan Surat Kabar Prioritas yang dibredel ini, buku ini bercerita tentang kisah-kisah inspiratif yang pernah dialami oleh lebih dari 100 wartawan yang pernah memberikan warna di Sumatera Selatan tahun 1970 hingga 1999. Dekade yang masih terhimpit dalam lingkar orde baru, yang mengharuskan media dengan liputan dan pemberitaan mesti bernuansa seirama kekuasaan.

“Banyak kisah mengharukan yang dialami wartawan pada era tersebut, namun juga banyak pula yang membanggakan karena gelora dan semangatnya mampu membangkitkan masyarakat untuk dapat menyimak dan merasakan hasil-hasil kerja para wartawan yang kala itu masih digaris keterbatasan teknologi sehingga ada jeda saat informasi tersebut mengucur,” ungkap H.Syahril Fauzi.

Menjadi seorang wartawan, menurut Ketua Tim Editor ini, bukan hanya sekedar karier, tapi ia adalah perjalanan hidup. Dinamikanya yang begitu luas dirangkum dalam kisah singkat “Wajah Wartawan 789 Sumatera Selatan.” Angka 789 mewakili para jurnalis angkatan tahun 1970, 1980, dan 1990 hingga 1999.

“Kami sadar betul buku ini masih minim informasi karena masih ada sejumlah wartawan yang belum terkisahkan akibat masalah teknis dan hal lain diluar kemampuan penerbit. Namun tim penerbit yang dibentuk beriringan penyelanggaraan Silaturahim Wartawan 789 Sumatera Selatan, memastikan buku ini adalah terbitan pertama yang menghimpun kisah lebih dari 100 wartawan Sumatera Selatan,” ujar Syahril Fauzi.

Dalam acara Silaturahmi Akbar Wartawan Senior ini, Buku “Wartawan Hebat Sumsel 789” ini akan resmi diluncurkan oleh Gubernur Sumsel H.Herman Deru yang sangat apresiasi dengan adanya perhelatan wartawan ini. Ratusan wartawan sudah bersedia hadri di acara yang sangat bersejarah tersebut. (*)

Editor : Aspani Yasland