Guru, Dedikasi Dan Pengabdianmu Takkan Tergantikan

“Terpujilah wahai engkau ibu bapak guru, namamu akan selalu hidup dalam sanubariku “.

MAKLUMATNEWS.com, — SEPENGGAL lirik lagu hymne guru tersebut mengingatkan kita akan jasa para guru baik dari PAUD/TK, SD, SMP, SMA, sampai Perguruan Tinggi yang memberikan ilmu tanpa lelah, berdedikasi tinggi, mendidik dengan sebaik-baiknya.

Dwi Ramadhona

Guru merupakan poros utama pendidikan. Guru menjadi penentu kemajuan suatu negara di masa depan. Secara umum, tugas guru adalah mengajar siswa-siswi agar memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam masing-masing bidang pelajaran. Tugas seorang guru memang berat dalam proses belajar mengajar dalam ruang kelas tidak hanya sekedar mengajar dan menyampaikan materi pelajaran tatapi lebih dari itu guru harus mampu menumbuhkan dan memaksimalkan apa yang ada dalam diri pribadi sang anak didik. Dizaman sekarang pun turut menggeser posisi guru.

Bahkan di beberapa sekolah dan univeristas sudah menerapkan sistem belajar online dimana tatap muka antar guru dan murid tak lagi dibutuhkan. Gurulah yang harus mengikuti perkembangan zaman. Meski demikian, profesi guru tetap tak akan terganti meski perkembangan teknologi yang bertambah pesat setiap harinya. Setiap orang bisa mendapatkan ilmu dari teknologi yang serba digital. Namun, peran guru tetap dibutuhkan karena tugas mereka tak sebatas mentransfer ilmu pengetahuan, akan tetapi juga menanamkan nilai-nilai kehidupan dan kebaikan.

Bertepatan dengan tanggal 25 November sebagai hari guru sesuai dengan terbentuknya Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Hari guru didedikasikan untuk menunjukan penghargaan kepada guru, pahlawan tanpa tanda jasa. Sosok guru bagi penulis adalah pejuang tulus tanpa tanda jasa mencerdaskan kehidupan bangsa dari guru lah kita diajarkan mengenal huruf, berhitung hingga dapat membaca, dan menulis. Melihat perjuangan para guru sejak awal tidaklah mudah.

Dalam kenyataanya, ada banyak suka dan duka datang silih berganti yang menyertai perjalanan hidup para pahlawan tanpa tanda jasa ini. Persoalan kesejahteraan guru juga selalu jadi topik hangat setiap peringatan hari guru. Melalui jasa para gurulah yang kemudian mencetak seseorang dokter,polisi, pilot, sampai presiden. Hasil didikan seorang gurulah hingga dapat menghasilkan profesi-profesi tersebut. Hingga saat ini kita tentu tahu jika profesi guru tidak selalu menjanjikan untuk sejahtera, khususnya masalah guru honorer yang gajinya masih di bawah upah minimum kabupaten/kota. Salain itu, bentuk kekecewaan dari guru-guru yang telah lama mengabdi tidak kunjung diangkat menjadi pegawai negeri sipil (PNS). Perhatian dari pemerintah amat sangat dibutuhkan oleh guru se-Indonesia.

Terlepas dari sekelumit keluhan guru, ijinkan di perayaan Hari Guru Nasional ini kami mengucapkan terima kasih untuk semua jasa yang telah engkau berikan kepada kami untuk semua didikan dan ajaranmu. Terima kasih guru tetap semangat mendidik dan mengajar anak-anak bangsa. Teruslah mengabdi demi mencerdaskan putra-putri terbaik bangsa, yakinlah kesejahteraan akan mengikutinya. Selamat Hari Guru!

Penulis : Dwi Ramadhona, Mahasiswa Fakultas Adab dan Humaniora UIN RF