Dukung Wacana Mendikbud Soal Pembatasan Administrasi Guru

MAKLUMATNEWS. com, PALEMBANG -@ Dinas Pendidikan Kota Palembang menyambut baik mengenai wacana Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim yang akan merampingkan beban administrasi guru dengan merevisi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dibuat online dan disederhanakan. Atau RPP cukup dibuat 1-2 halaman, tapi jelas tujuannya.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang, H Ahmad Zulinto mengatakan bahwa selama ini, guru tidak hanya dihadapkan dengan persoalan pengajaran di kelas. Mereka juga kerap dibebani dengan urusan adminstrasi.

“Selama ini memang tugas administrasi cukup menyita waktu mereka. Contohnya dalam pembuatan RPP beserta evaluasi, yang mana dinilai cukup tebal. Waktu guru tersita, sehingga sulit mengenali potensi anak didiknya,” ujar Zulinto, Senin (9/12/2019)

Ia menambahkan bahwa banyaknya tagihan administrasi yang dibebankan pada guru, seperti, Uji Kompetensi Guru (UKG) sangat menyita perhatian para guru. Selain itu, tidak jarang banyak guru terpaksa meninggalkan jam mengajar untuk mengurus kenaikan pangkat.

“Sehingga pembelajaran di kelas harus ditinggal hanya untuk memenuhi kenaikan pangkat, tunjangan profesi, dan lain-lain,” imbuhnya.

Menurutnya, tugas administratif yang dibebankan kepada para guru menghambat mereka untuk membantu para murid yang mengalami ketertinggalan di kelas. “Guru ditugasi untuk membentuk masa depan bangsa, tetapi lebih sering diberi aturan dibandingkan dengan pertolongan,” ungkapnya.

Oleh karena itu, lanjut Zulinto, wacana Mendikbud mengenai penyederhanaan RPP dan administrasi lainnya ini memang sudah pas, merampingkan administrasi guru mudah-mudahan bisa membuat guru lebih fokus mengajar.

“Fokusnya guru mengajar otomatis mutu pendidikan menjadi meningkat,”jelasnya.

Dikatakannya, yang terpenting bagi guru adalah bagaimana meningkatkan kualitas dan proses transfer ilmu pada proses belajar mengajar di kelas. Sehingga memang menghasilkan lulusan yang tak hanya cerdas tapi juga berkarakter dan peka terhadap perubahan di era revolusi industri 4.0.

Reporter :Sugi