Melihat Lebih Dekat Anak Berkebutuhan Khusus, Minim Kompetisi Namun Berbakat

NAKLUMATNEWS.com,PALEMBSNG –Sebagaimana siswa-siswi pada umumnya, mereka pun berbaur. Bermain ketika jam istirahat dan mengikuti proses belajar ketika jam masuk kelas.

Meski dengan berbagai kekurangan masing-masing, mereka juga memiliki kelebihan masing-masing. Mulai dari bakat, hobi dan lainnya.

Begitulah potret Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) di Sekolah Inklusi SD Negeri 30 Palembang.

Kgs Vito, salah satu ABK diusianya yang masih masuk jenjang SD, kompetensinya berbahasa Inggrisnya pun tak kalah dengan siswa pada umumnya.

Pasalnya, daya tangkapnya melihat audio visual membuat ia kemudian bisa mengingat dan mengucapkannya.

“Sejak kecil saya lihat vidio bahasa inggris, ada juga tulisan artinya, saya belajar dari itu,”tuturnya, Selasa (14/1/2019).

Vito yang masuk kategori hiperaktif ini pun lambat laun menguadai dialog-dialog berbahasa inggris secara verbal. Bahkan ia sempat berdialog dengan gurunya memakai bahasa inggris.

Ada juga Badzar, ditengah kondisinya yang memiliki jiwa pendiam ketika awal masuk sekolah, saat ini Badzar menjadi sosok yang ramah. Dan belum lama ini ia meraih runner up pada kompetisi story telling nasional di Lampung.

Kepala SDN 30 Palembang Nuraini SPd MM mengatakan bahwa ada sebanyak 117 ABK di sekolahnya sedangkan sisanya adalah siswa umum atau kondisi normal.

“Kekurangannya macam-macam. Dari level rendah, sedang maupun tinggi. Mulai dari autis, tuna daksa, gagu atau cadel, hiperaktif, tuna grahita dan juga tuna rungu,”ujarnya.

Namun ia bangga dengan para ABK binaannya, yang 30 persen memiliki bakat-bakat yang bagus dan perlu dilakukan pembinaan dan lomba. Akan tetapi minimnya kompetisi yang digelar pemerintah membuat bakat-bakat mereka sulit terasah

Terakhir sejak 2018 lalu, SDN 30 Palembang turut ikut serta mengirimkan anak berkebutuhan khusus (ABK) yang biasa digelar tingkat kota, provinsi hingga nasional.

Namun, hampir dua tahun belakangan ini pihaknya tidak ada lomba-lomba bagi siswa ABK berprestasi ini.

“Tiap tahun biasanya ada lomba-lomba yang digelat khusus siswa ABK tapi sejak tahun 2019 kita tak dengar lagi,” urainya.

Nuraini menambahkan, setiap tahun pihaknya mengikutsertakan banyak siswa ABK dengan prestasi masing-masing siswa.

Seperti dalam bidang olahraga, bidang seni, bidang sains dan lain sebagainya.

“Tiap tahun banyak yang kita ikut sertakan, bahkan prestasinya sampai ke tingkat nasional,”tegasnya.

Ia berharap ditahun ini bakal kembali ada lomba-lomba khusus siswa ABK ini. “Kita harap sih ada karena melalui lomba-lomba inilah yang bisa menyalurkan prestasi siswa ABK ini,” ungkap dia.

Tambah dia, sejak tahun 2013 SDN 30 Palembang ini sudah ditunjuk menjadi salah sekolah inklusi yang ada di kota Palembang bahkan sudah menajdu pilot project pendidikan inklusi di Palembang.

“Di Palembang ini ada beberapa sekolah dasar yang merupakan sekolah inklusi. Maksudnya menerima siswa anak berkebutuhan khusus yang diterima disekolah dan bergabung dengan siswa normal lainnya,”pungkasnya.

Reporter – Sugi