DPRD OI Nilai Program Transformasi Pertanian Pemkab OI Hanya Mimpi Disiang Bolong

MAKLUMATNEWS.com, INDERALAYA — Anggota DPRD Ogan Ilir (OI) menilai program Pemerintah Kabupaten (Pemkab) OI mengenai transformasi pertanian yang sering digaung-gaungkan hanya dianggap mimpi disiang bolong.

Hal tersebut ditegaskan Anggota DPRD OI M Ikbal yang juga berasal dari fraksi golkar. Menurutnya Pemkab OI boleh saja punya program melalui Dinas Pertanian, namun harus punya dasar atau landasan.

Disebutkan Ikbal, mengapa dirinya menilai program tersebut sekedar mimpi, dikarenakan ada beberapa faktor antaranya lahan tidur yang akan digarap tersebut adalah milik oranglain yang harus ada prosedur jelas untuk penggarapannya, merubah cara bertani masyarakat bukanlah hal yang mudah dan biayanya luar biasa.

“Bahkan katanya program transformasi pertanian tersebut didukung oleh pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Pertanian, padahal perhatian pemerintah pusat bukan hanya OI saja? Jadi patut juga kita pertanyakan apakah benar atau bagaimana? Bahkan saat HUT OI beberapa waktu lalu Gubernur Sumsel H Hermab Deru sempat mengatakan kalau irigasi swah sebenarnya sudah ada di OKUT dan ini bukan hal baru, sudah dapat A nanti mau B. Sebenarnya ini sindiran seharusnya mengerti sajalah. Mimpi itu kalau malam har wajar, ini disiang hari dan tidak tidur! Jadi program transformasi pertanian yang selalu didengungkan itu adalah fiksi bukan fakta!,”tegas Ikbal.

Ditambahkannya, pihaknya juga sangat menyanyangkan sampai saat ini anggota DPRD OI belum pernah diajak bicara oleh bupati ataupun dinas terkait soal tersebut, tahu-tahu ada program Pemkab OI. Bagaimana soal perdanya soal aturannya kan harus dibahas. Bukan ngomong dulu bukan jargon dulu baru dibahas. Jadi bingung saya? Meskipun angan-angan ini tujuannya baik, namun susah untuk diwujudkan dan diimplementasikan. Karena merubah iklim atau cara bercocok tanam bukanlah hal yang mudah. Harus ada pelantihan, peraturan dan sebagainya,”jelasnya.

Sementara itu Kadis Pertanian Hasnandar belum bisa dihubungi terkait hal tersebut, saat didatangi di kantornya masih terlihat sibuk bekerja.

Reporter : Henny