Gunakan Sistem Cashless, Target Retribusi KIR Naik Jadi Rp6 Miliar

MAKLUMATNEWS.com,PALEMBANG –Menerapkan system kartu pintar (Smart Card) dalam melakukan uji KIR kendaraan umum, mulai tahun ini Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Palembang percaya diri menaikkan target retribusi dari sektor ini hingga ke angka Rp6 miliar.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Palembang, Agus Rizal menyatakan, retribusi dari uji KIR di 2020 ditarget Naik jadi Rp6 Miliar dari tahun lalu target Rp4,2 miliar, dengan capaian Rp3,8 miliar.

“Naiknya target retribusi kita di uji KIR karena menggunakan sistem blue KIR atau smart card, dimana sistem juga mencakup pembayaran dengan cashless,” katanya.

Agus menjelaskan, uji KIR dalam bentuk smart card ini berupa Blue (bukti lulus uji elektronik) card, dimana ketentuan ini merupakan aturan dari kemenhub, dan harus sudah jalan di awal 2020.

“Blue Card ini, didapat kendaraan setelah lulus uji KIR. Namanya smart Card, maka kartu ini juga dapat digunakan untuk pembayaran berupa kartu pembayaran elektronik,” jelasnya.

Dalam uji dengan system ini, record atau pendataan dilakukan dengan menggunakan 4 camera untuk di setiap angle, agar uji KIR dapat menyeluruh. Dengan demikian secara data lebih sistematis dan data juga terkoneksi langsung ke kemenhub.

“Hasil uji KIR kendaraan angkutan barang, dan umum ini dapat dilihat kondisi kelayakan kendaraan umum, apakah layak jalan. Dengan begitu, dapat terpantau dan lebih aman bagi pengguna kendaraan umum,” jelasnya.

Dilanjutkannya, dengan blue card ini, uji KIR kendaraan dapat teratur, dimana uji KIR ini 6 bulan sekali. “Blue card dapat digunakan selama satu tahun, jadi pemegang kartu dapat menggunakannya untuk Uji KIR 2 kali setahun, sedangkan untuk sebagai kartu pembayaran elektronik tetap dapat digunakan,” jelasnya.

Jika retribusi KIR ditargetkan mengalami kenaikan, maka untuk parkir justru pilih stagnan, hal ini nampaknya berkaca dari hasil evaluasi capaian tahun lalu yang tidak begitu optimal.

Diketahui target retribusi parkir di 2019 sebesar Rp12 miliar parkir, sementara tahun lalu capaian sekitar 50 persen. Kedepan akan pakai aplikasi sehingga dapat memaksimalkan capaian retribusi parkir.

“Sementara target masih tetap sama di angka tahun lalu, sambil kita mendata titik parkir yang akan kita pasang alat elektronik parkir,” katanya.

Reporter :Kamayel Ar-Razi