Eksepsi Bupati Muara Enim (Non Aktif) H. Ahmad Yani Ditolak  

 

MAKLUMATNEWS.com – Upaya Bupati Muara Enim (non aktif) H. Ahmad Yani untuk menghentikan perkara korupsinya kandas, setelah Majelis Hakim Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Pengadilan Negeri (PN) Palembang menolak eksepsi yang diajukannya.

Penolakan eksepsi bupati yang tertangkap dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh KPK tersebut, dibacakan oleh Majelis Hakim Tipikor yang diketuai Erma Suharti dalam putusan selanya  dihadapan terdakwa yang didampingi kuasa hukum Rujito serta Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK Roy Riyadi, di persidangan yang berlangsung di PN Palembang, Selasa, 21 Januari 2020.

H.Ahmad Yani yang baru setahun menjalani periode jabatanmya 2018-2023 kena OTT dalam kasus fee16 paket proyek pembangunan dari dana aspirasi DPRD Kabupaten  Muara Enim senilai Rp130 Miliar.

Dalam petikan putusan sela yang dibacakan menyatakan bahwa majelis hakim berpendapat beberapa poin eksepsi yang telah diajukan pada sidang sebelumnya tidak dapat diterima dikarenakan sudah masuk dalam pokok perkara.

“Setelah memperimbangkan beberapa hal, majelis hakim menilai bahwa eksepsi yang telah diajukan tidak bisa menghilangkan perbuatan terdakwa Ahmad Yani dalam perkara ini, dan perlu dibuktikan dalam persidangan selanjutnya, untuk itu majelis berpendapat bahwa terhadap eksepsi tersebut tidak dapat diterima serta melanjutkan proses hukum selanjutnya terhadap terdakwa Ahmad Yani,” tegas Ketua Majelis Hakim Erma Suharti saat membacakan putusan sela.

Setelah mendengarkan pembacaan putusan sela tersebut, dalam sidang yang berlangsung selama satu jam, majelis hakim meminta kepada JPU untuk menghadirkan saksi-saksi pada sidang selanjutnya pekan depan dalam perkara Ahmad Yani selaku Bupati penerima suap dari terdakwa Robbi Okta Fahlevi (berkas terpisah).

“Kepada JPU diharapkan Selasa minggu depan untuk menghadirkan saksi-saksi terkait perkawa saudara terdakwa Ahmad Yani,”ucap hakim ketua sebelum menutup sidang.

Ditemui usai sidang, terdakwa melalui penasehat hukumnya Rujito dari kntor hukum Maqdir Ismail mengatakan masih mempelajari putusan sela yang dibacakan meskipun majelis hakim memberikan kesempatan kepada terdakwa untuk banding ke pengadilan tinggi terhadap putusan sela yang dibacakan.

“Umumnya kami selaku penasehat hukum sangat menghormati putusan sela yang dibacakan oleh majelis hakim meskipun sedikit kecewa, akan tetapi pihaknya selaku penasehat hukum terdakwa akan mempelajari terlebih dahulu apakah putusan sela tersebut akan mengajukan banding atau tidak ke pengadilan tinggi,”ujarnya.

Sementara itu JPU KPK Roy Riyadi mengatakan bahwa putusan majelis hakim menurutnya sudah sangat tepat bahwa eksepsi yang diajukan oleh terdakwa tidak ada ekspansinya terhadap materi dakwaan dan oleh majelis hakim memerintahkan tetap melanjutkan persidangan dengan menghadirkan saksi-saksi.

Majelis hakim Pengadilan Tipikor Palembang, selain mengagendakan pembacaan putusan sela terhadap terdakwa Ahmad Yani, juga mengagendakan mendengar keterangan 5 saksi dari JPU terhadap terdakwa Elfin Muchtar, akan tetapi saksi-saksi tersebut berhalangan hadir maka oleh majelis hakim menunda sidang hingga pekan depan. (*)

Reporter : Sugi

Editor      : Aspani Yasland