Target PBB Palembang Turun Jadi Rp255 Miliar

MAKLUMATNEWS.com,PALEMBANH –Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) 2019 tidak tercapai sehingga target diturunkan menjadi Rp255 miliar.

Kepala Badan Pengelolaan Pajak Daerah (BPPD) Kota Palembang, Sulaiman Amin mengatakan, tahun lalu tarif PBB sempat menjadi pro dan kontra di tengah masyarakat. Naiknya PBB ini juga menyebabkan target tahun lalu hanya tercapai Rp230 miliar.

Sulaiman mengatakan, kenaikan pajak PBB hingga berkali lipat ini diiringi dengan menggratiskan pajak dibawah Rp300 ribu. Pihaknya mengklaim bahwa karena masih tahap penyesuaian maka target tidak tercapai. Dimana jika pada tahun lalu mencapai Rp275 miliar, maka tahun ini di angka Rp255 miliar.

“Target kita sesuaikan dengan penerimaan ditahun lalu Rp230 miliar,” ujarnya.

Menaikkan PBB ini pihaknya akan melakukan updating datanya akan terus dilakukan, karena kalau tidak diupdate, laporan tanah kosong tapi sekarang sudah berdiri bangunan, maka ini tidak masuk pajaknya. “Kalau tahan kosong itukan PBB di bawah Rp300 ribu (tidak kena pajak), makanya ini perlu terus kita update,” ujarnya.

Kemudian potensi pajak lainnya, seperti pajak reklame yang selama ini disamak ratakan juga akan di revisi. “kita nanti akan sesuaikan Nilai Jual Objek Pajak Reklame, yang dikawasan tengah kota, pinggiran. Karena selama ini tarif nya mau tengah kota sampai ujung sama saja,” katanya.

Potensi lainnya pajak restoran, yang juga mengalami penyesuaian, mulai Rp200 ribu per hari kena pajak 5 persen dan Rp300 ribu kena pajak 10 persen. “Potensi – potensi ini yang akan kita maksimalkan,” ujarnya.

Sementara itu, penurunan pajak PBB karena pihaknya mempertimbangkan beberapa faktor. Seperti PBB yang menyangkut hajat hidup orang banyak sehingga akan berdampak besar ketika naik atau turun. “Mengenai stimulus revisinya kita lagi susun. InsyaAllah pajak PBB turun, sekitar Februari penetapan,” katanya.

Adanya penyesuaian tarif dan target yang mengalami penurunan, ditegaskan Sulaiman akan dimaksimalkan dari potensi pajak yang lain, mengingat secara keseluruhan pihaknya di tahun ini ditarget penerimaan pajak naik menjadi Rp1,5 triliun, sementara capaian tahun lalu Rp850 miliar.

“Kita tidak begitu saja menerima target yang ditetapkan, karena kita juga siapkan sejumlah strategy, mulai revisi perda pajak dan updating data,” jelasnya.

Reporter :Kamayel Ar-Razi